Melodi Asmara Ermy Kullit yang Mengajak Berdansa

Artikel : Rizza Hujan

| HujanMusik!, Jakarta – Pernah ada masa saya belajar mendengarkan musik-musik berat seperti Al Jarreau, Tony Bennet, Incognito, atau Michael Bubble. Berat bagi saya karena kadang musik beraroma Jazz seperti itu sulit untuk dinikmati. Walaupun track yang diputar berkutat disitu-situ saja tapi waktu itu merasa bangga karena di circle saya tidak banyak yang menyentuh area Jazz dan turunannya. Ada juga momen dimana setiap pagi kuping saya dijajah suara parau, berat , namun merdu yang tengah melantunkan magnum opus berjudul “Kasih” yang meledak di era 80an. Siapa lagi kalau bukan Ermy Kullit. Komposisi musik, lirik, cara bernyanyi, dan karakter suara penyanyi yang lama tak terdengar kabarnya itu bertahan lama di cerebrum bagian kanan. Sebetulnya, siapapun yang menikmati musik Jazz, pasti tidak asing dengan Ermy Kullit. Legenda yang kini kembali untuk memperdengarkan karya terbarunya tentang kebahagiaan saat tenggelam dalam cinta dan asmara.

Ermy Kullit yang sudah merilis 20 album sepanjang karirnya, sempat merilis 4 album kompilasi dari seluruh albumnya, yaitu album kompilasi E, R, M, dan Y, pada tahun 2015. Dan di awal tahun 2022 ini, akhirnya penikmat musik bisa mendengarkan kembali suara khas Ermy Kullit, melalui single “Melodi Asmara”.

Lagu yang lebih pop dari karya-karya sebelumnya ini, akan membawa kita hanyut ke dalam perasaan bahagia dan tak bisa diungkapkan dengan kata-kata saat jatuh cinta. Itulah perasaan yang coba dituangkan Ermy Kullit di lagu ini, khususnya pada bagian lirik:

“Bintang-bintang seolah berdansa
Senandungkan Melodi Asmara,
Slamanya, Bahagia.”

Komposisi musik “Melodi Asmara” mengajak pendengarnya untuk menggoyangkan badan perlahan, berdansa, kemudian ikut bernyanyi atau minimal bergumam melantunkan lirik
yang dibuat sederhana. Sebuah perayaan minimalis saat menemukan cinta yang selama ini kita cari.

Menjadi langkah awal untuk mengenalkan seorang legenda pada generasi muda, “Melodi Asmara” ini merupakan hasil kolaborasi Ermy Kullit, dengan kolektif S/EEK. S/EEK adalah sebuah tim produser, penulis lagu, dan Music Director. Melalui Instagramnya @musicbysekek, tim ini terdiri dari Marco Steffiano (drummer Barasuara), Adrian Rahmat Purwanto (Keyboardist dan Produser Musik), Jessilardus Mates (Rapper), dan Josh Kunze (Rapper). S/Eek sendiri sempat merilis lagu berjudul “Now” pada tahun 2020, dan membantu memproduseri karya banyak musisi seperti lagu “Tunjukkan” milik Afgan dan Raisa, Elmo Rogam dengan “Cara yang Tepat”, “Gold” milik ABDA, “Kutukan (Cinta Pertama)” juga “Tentang Dirimu” dari Raisa, “Setengah Hati” yang dinyanyikan Enzy Storia, dan masih banyak lagi.

Ini bukan pertama kalinya Ermy Kullit berkolaborasi dalam karyanya, karena di tahun 2000, Ermy Kullit juga pernah bekerja sama dengan Indra Lesmana dan Humania, serta Arnold Limasnax sebagai eksekutif produsernya. Hasil kolaborasi itu menghasilkan album kolaborasi yang sukses di pasaran dan berhasil memperoleh predikat album terbaik dari AMI Awards di tahun yang sama. Dengan berbagai predikat terbaik yang pernah dimiliki, Ermy Kullit pun siap menunjukkan karya terbarunya di tahun 2022 ini.

Single ciamik dari pioneer penyanyi Jazz wanita Indonesia bisa didengarkan di seluruh radio dan platform streaming digital.

Apakah kolaborasi terbaru ini menjadi awal dari kembalinya Ermy Kullit berjaya di dunia musik tanah air? Dengan rekam jejak mentereng dan single baru yang lebih ramah hal itu sangat mungkin terjadi.