"Slow Burn", single Julian Sadam bersama Vanxdjingan

“Slow Burn”, Notasi Rap Julian Sadam bersama Vanxdjingan

Artikel : Anggitane

| HujanMusik!, Sidoarjo – Rock kelam baru saja memapar pendengaran, mengibas pada sepersekian notasi yang rumit. Tak hanya sisi musiknya, riuh rendah pemuja sosok menjadi bumbu yang membuat senyum-senyum sendiri.

Harga yang harus dibayar atas nama rasa penasaran, dampak terngiang yang sedikit membuat sakit kepala meski saya menikmatinya. Tentu saja menikmati musiknya, bukan pergunjingannya.

Butuh semacam pereda yang cukup untuk menenangkan. Tak perlu tiba-tiba, bisa memberi kesan berbeda saja sudah cukup.

Dalam proses itulah persinggahan menemui rilisan “Slow Burn” seperti menjawab momentum yang dibutuhkan. Sebuah jembatan tensi konstan yang mengembalikan mood musikal.

“Slow Burn” merupakan buah kolaborasi dari duo rapper, yaitu Julian Sadam dan Vanxdjingan.

Julian Sadam merupakan seorang penulis buku dan rapper asal Sidoarjo, ia merilis sebuah lagu berjudul “Slow Burn”. Single yang dirilis pada 12 September 2021 melalui record label asal Kota Solo, Malino Records.

Dalam penulisan lirik, Julian Sadam menggandeng Vanxdjingan, rapper asal Boyolali, Jawa Tengah.

Membaca “Slow Burn” tak ubahnya menjumpai barisan lirik dan rima. Meluruh dalam gubahan suara sangkakala dari perang yang tidak akan pernah kita menangkan.

Julian Sadam. Foto : dok. Malino Records

“Mempersenjatai imajinasi, perang yang tidak akan kita menangkan. Aksi langsung tak butuh restu dari siapapun, transubstansiasi, siasati krisis kewarasan,” tulis Vanxdjingan.

Kuasa yang membentuk protes dan kritik yang mereka sampaikan semakin terasa hidup dengan balutan classic boombap beat khas 90an. Sebuah paduan yang disusun oleh beatmaker asal Kota Solo, Jojo Nugraha.

Mereka juga bekerja sama dengan Bebel (Pasifisstate), sosok seniman penting untuk menggarap cover artwork pada lagu ini.

Melalui “Slow Burn”, Julian Sadam dan Vanxdjingan ingin menyampaikan bahwa orang dengan kebutuhan substansi khusus, dalam hal ini adalah masalah kesehatan mental, harus mendapatkan penanganan tersendiri. Tidak seperti kenyataan yang ditemui di lapangan, ada kesan tidak melalui penanganan yang baik.

Vanxdjingan. Foto : dok. Malino Records

Memilih penjara untuk orang-orang dengan masalah kesehatan mental karena penggunaan obat-obatan turut menjadi pemicu penulisan “Slow Burn”. Menurut mereka, kasus penggunaan obat untuk kesehatan mental tidak seharusnya berakhir di balik teralis besi, justru perlu mendapatkan penanganan khusus secara medis.

Bagi saya lirik lagu yang ditulis langsung oleh Julian Sadam dan Vanxdjingan ini cukup mewakili kritik terhadap hal-hal tersebut.

Beberapa kalimat metafora dalam lagu ini, cukup untuk memvisualisasikan kacaunya penanganan kesehatan mental di dalam negeri.

“Slow Burn” menjadi jalan Julian Sadam dan Vanxdjingan menawarkan cara berlari paling epic dari belenggu kepalsuan dunia. Tentang bagaimana tetap melawan dan santai dalam menghadapi setiap permasalahan. “Slow Burn”, bisa didengarkan di beberapa digital music platform, antara lain Spotify, Apple Music, dan Youtube Music.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *