Radit Echoman, musisi dari Gili Trawangan

“Life Is A Process” Track Dub Penerus Jalan Radit Echoman

Artikel Anggitane

| Hujanmusik, Gili Trawangan – Suatu pagi, saya memilih terbangun dan mengawalinya dengan sebuah dentuman. Bukan dentuman menggelegar layaknya konser musik dengan tata suara membahana, lebih tepatnya sekedar menghentak.

Sengaja berlaku demikian karena itu merupakan sisa titian playlist semalam. Mengakrabi dub yang sama-sama memiliki rona Jamaica. Tepat setelah dua pekan bolak-balik studio dengan beberapa kolega. Eksplorasi karya dengan menjadikan meja mixing sebagai sumber bebunyian.

Seperti mendadak terbawa aura Osbourne Ruddock menggelar intro-intro musik dansa. Atau masa-masa ketika tokoh sound system Clement Dodd  membuat sesi rekaman pertamanya, bermain-main dengan trek lagu artis-artis seperti Alton Ellis, Eddie Perkins, Lascelles Perkins,  Theophilius Beckford, ataupun Beresford Ricketts.

Begitulah, hanya sebatas menggemari dan eksplorasi.

Lantas terbawa-lah saya pada sebuah karya satu warna yang singgah untuk didengarkan. “Life is A Process” mendarat masuk daftar putar.

Karya baru Radit Echoman, musisi asal Bekasi yang mukim di Gili Trawangan, Lombok Utara itu menyeruak mengajak menghentak. Hingga masuk menjadi salah satu bebunyian yang keluar pada salah satu pagi saya.

Track dub “Life Is A Process” mengalir dan dikerjakan sepenuhnya oleh Radit Echoman. Membawa sebuah cerita tentang situasi global saat ini.

Artwork “Life Is A Process”

Pemain keyboard Jah on Holiday itu menyajikan sebuah sudut pandang optimisme yang rasional. Radit sepertinya berusaha menyikapi situasi di masa pandemi ini dengan caranya, setelah melihat makin banyak orang terpuruk secara mental, kesehatan maupun finansial.

Sebuah pandangan hidup yang dibangun secara musikal, menyoroti maraknya polemik berebut kebenaran di banyak lini kehidupan. Meski ujung-ujungnya pamer protes dengan lahirnya banyak keresahan itu.

Radit kemudian mengajak kita bisa lebih bersyukur dengan proses yang ada.

“Life Is A Process” menjadi sebuah karya yang begitu personal bagi Radit Echoman, proses produksi yang cukup menyita konsentrasi mental dan fisik setelah album “Truly Gili” (2018) maupun dua single “My Country” (2020), “Underestimate Me” (2020).

Musisi yang sempat berkolaborasi dengan musisi Jamaika bernama Levinton itu memiliki cara menikmati proses dengan menempatkan dirinya sendiri. Bermula dari Bekasi, menikmati proses di Bandung dan kini mengukir jati diri dari Gili.

Sejak bermain gitar, mengambil vokal dan menekuni keyboard untuk band. Hingga eksplorasi dengan lagu dub sound untuk project sendiri. Lalu memutuskan bersolo karier dengan memainkan alat looping untuk solo performance dengan nama Radit Echoman.

Proses yang nyaris sama dengan yang terjadi pada setiap musisi band. Bersolo karir setelah mennyadari ada potensi lain dari dirinya sendiri.

Kini Radit Echoman kukuh untuk terus berkarya dan memainkan reggae raga dub soul music.

“Life Is A Process” bisa dinikmati Spotify, Apple Music dan Amazon sejak 25 Agustus 2021.

Sementara video visual singlennya bisa disaksikan di kanal Youtube Radit Echoman.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *