Goodenough, kolektif pop punk/rock/emo asal Cibinong, Bogor

Goodenough yang Tak Pernah Cukup

Artikel Anggitane

| Hujanmusik, Bogor – Eskalasi kesadaran tengah memenuhi beranda ruang kerja yang merangkap sebagai ruang karya. Memang tak mewah dan tak se-ideal layaknya seniman besar yang memiliki sudut inspirasi. Namun pulihnya jaringan sistem komunikasi global antar gawai telah menempatkan saya pada sudut kenyamanan.

Disana, dalam ruang 2×3 yang tak seberapa, banyak hal yang bisa dilakukan.

Internet memang menjadi jalan utama saya mengerjakan beberapa coretan pekerjaan. Menumbuhkan dinamika karya visual, suara dan catatan seperti yang sedang saya kerjakan untuk HujanMusik!.

Noktah yang sama dengan kolektif pop punk/rock/emo asal Cibinong, Bogor, Goodenough. Mereka pun memilih jalur internet sebagai penghubung kelakuan ‘punk’ nya sejak tahun 2018.

Terbaru, sekira September lalu, mereka menyapa dengan cara berbeda melalui “Wasted”. Membawa nuansa baru ke dalam pop punk mereka, menyatukan sedikit unsur hip-hop trap, seruan elektronik musik, dan dibalut dengan sound yang lebih modern.

Bisa dikatakan, “Wasted” menjadi cara Goodenough memperkenalkan Nu-Punk kepada semua penikmat musiknya.

‘Wasted’ bertutur tentang perasaan yang bisa jadi mewakili perasaan banyak orang. Yaitu tentang patah hatinya seorang sadboy. Merasa terbuang atas apa yang telah dilakukan untuk orang yang dicintainya dan mendapatkan kebenaran yang  justru malah menghancurkannya.

Artwork “Wasted”

Sejatinya, formasi Yos Bonar (gitar/vokal), Rizky Syahrial (gitar vokal), dan Allan Wijaya (bass vocal) pada 2019 terekam telah merilis E.P album berjudul “Alongside” dibawah naungan Anxydad Records dan Amplop Records.

Dua tahun kemudian Andreas George masuk sebagai vokal dan merilis “Take It Out”. Single yang dirilis pada Mei 2021 itu juga melibatkan salah satu artis asal Russia bernama Sofi Maeda untuk mengisi part vokal.

Lanntas, masih di tahun yang sama, Goodenough merilis “Massive Anger Kills Future”. Single ke 2 dari Andreas George sebagai vokal utama.

Menyimak “Massive Anger Kills Future” seperti membawa kita kembali ke era dimana Nofx, Mxpx, New Found Glory dan Blink 182 ramai diputar dan menjadi salah satu band yang merajai industri musik dunia.

Adopsi ketukan tempo dan ketukan drum yang cepat membuat Goodenough terdengar lebih fresh dan sangar.

Artwork “Massive Anger Kills Future”

“Massive Anger Kills Future” sendiri bertutur tentang Self Reminder, masa ketika kita menyadari kesalahan yang telah dilakukan, yang mungkin juga menyakiti orang lain.

Kesalahan tersebab kemarahan hingga kehilangan kendali atas diri kita sendiri.

“Take It Out”, “Massive Anger Kills Future”, dan “Wasted” kini bisa disimak di berbagai layanan musik digital. Belum tahu apakah mereka menyiapkan rilisan fisik apa tidak.

Singkatnya, bertemu internet, berselancar dan menyimak Goodenough telah menjadi pilihan saya untuk menikmati waktu. Mengikis khawatir dan menumbuhkan harapan bahwa pandemi segera berakhir.

Begitu.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *