Formasi terakhir Bangkitaman

Gelap Terang Dinamika Bangkutaman

Artikel : Anggitane

| HujanMusik!, Jakarta – Udara kotor sejenak memenuhi senja terkapar di ujung mata. Perih mengiris dan melanda petang seketika, menyisakan amunisi tak seberapa yang cukup untuk bekal pulang ke peraduan.

Begitulah, sebuah analogi dinamika yang sedang saya karang selepas menikmati konser tak bertuan. Disajikan nada dan suara dari moda berkendara, sembari menuggu lampu tanda menyala.

Konser dari satu diantara empat penjuru perempatan, lengkap dengan tata suara sebagaimana dijumpai di aneka acara. Sebuah pemandangan kota yang entah sampai kapan akan begitu. Dinikmati meski menyisipkan ruang kosong.

Persis seperti cara saya ketika menemui “Ode Buat Kota”, karya terakhir dari Bangkutaman yang saya dengar. Meski kolektif ini sesungguhnya menyisip mini album bertajuk “Rileks”, saya tetap saja terkenang dengan ode buatan mereka itu.

Mengenal Bangkutaman sejak terpapar pamflet edaran pertunjukan sebuah kampus sekitaran selokan Mataram, di Jogja berbelas tahun silam. Lantas sejenak menjumpai pertunjukan mereka di lain waktu di Jakarta. Mereka tetap begitu adanya.

Lalu, sekelebat pada masa pandemi, Bangkutaman memapar pendengaran melalui lagu “Dinamika” di dunia maya. Selang perjalanan hampir setahun kemudian, 13 September 2021 mereka secara resmi melepas album “Dinamika” di bawah label La Munai Records.

Menariknya, Bangkutaman memilih menjadi anomali, merilis album secara fisik dalam bentuk kaset.

Album “Dinamika” hadir dalam format fisik berupa kaset pita. Dihadirkan sebagai awalan dari “Kaset Klub”, sebuah program kaset yang diinisiasi oleh La Munai bekerjasama dengan Les Siebon. 

Cover Album “Dinamika” Bangkutaman

Album “Dinamika” memuat hasil akhir dari proses rekaman terbaru dari Bangkutaman setelah menghabiskan jeda yang cukup lama sejak “Ode Buat Kota” di 2010, menyusul kemudian EP “Rileks”.

Album ini seperti menjawab lalu lalang “Dinamika” (2020), “Badai” (2020) dan “Tabib” (2021). Tiga single yang menjadi jembatan album terbaru Bangkutaman, meski tak satupun dari ketiga single tersebut yang masuk dalam album ini. Anomali yang cerdas.

Diproduksi sejak penulisan lagu, lirik dan rekaman di Doors Studio dan Palm House Studio  di Jakarta, 2019 silam. Dua studio ini merepresentasikan dua generasi. Doors sendiri adalah studio legendaris yang menjadi tempat rekaman band-band macam The Brandals, Superglad dan Seringai di awal tahun 2000an, sedangkan Palm House adalah rumah bagi band dan musisi generasi baru dari Sirati Dharma, Sasanfai sampai Sleep Shelter.

Album “Dinamika” menyematkan nama Pandji Adhi Dharma sebagai produser rekaman dan Dharmo Soedirman sebagai pengarah musik di sesi rekamannya.

Nama-nama musisi lain yang terlibat ada Indra Perkasa (Tomorrow People Ensemble), Widi Puradiredja (Maliq & D’Essentials), Dharmo Soedirman (Sentimental Moods), Agustinus Panji Mardika (Efek Rumah Kaca, Leonardo & His Impeccable Six) serta sang produser, Pandji Adhi Dharma (Sirati Dharma, Sleep Shelter).   

Nama-nama diatas menambah panjang daftar musisi yang terlibat dalam pengerjaan karya Banngkutaman, sebut saja dari Adra Karim yang mengisi piano di “Dinamika” sampai Adrian Adioetomo yang mengisi gitar di lagu “Tabib”.

Kemunculan “Dinamika” menjadi cara adaptasi pertama Bangkutaman pasca keluarnya dua personil awal band ini, yaitu Irwin Ardy (gitaris) dan sang drummer Dedyk Eryanto pasca Ode Buat Kota.  

“Dinamika adalah sebuah pembuktian bahwa band ini masih ada dan masih bisa dan mampu berkarya, di tengah cobaan yang dihadapinya,” ungkap Wahyu Acum, satu-satunya personil awal yang masih ada. 

Acum lantas memandang album “Dinamika” sebagai rekaman peristiwa hidup, baik dari dirinya secara pribadi, lingkungan sekitar maupun dari apa yang terjadi di Bangkutaman itu sendiri. Cara pandang yang menempatkan dirinya selaku penulis lirik dan lagu, vokalis dan gitaris.

“Semua hal mengalami dinamikanya, semacam ada kebahagiaan dan kesedihan di satu ruang, gelap dan terang, hitam putih, abu-abu dan warna-warni, semua di satu ruang, satu lingkaran,” tutupnya.

Membaca spektrum yang dihadirkan saya memilih sepakat dengan catatan sosok jurnalis musik senior bernama Denny MR, ia menulis bahwa album ini muncul sebagai sebuah  ‘Kemurungan dan Kegembiraan’. 

Keunikan lainnya, album “Dinamika” selain dirilis dalam format kaset, juga tersedia secara digital khusus untuk pembelian album “Dinamika” di The Store Front, sebuah toko musik digital yang menyediakan katalog download berbayar.

Detailnya, untuk setiap pembelian kaset, The Store Front akan menyisipkan kode download yang berisi semua lagu di album dengan kualitas audio yang mumpuni untuk dinikmati para penikmat musik. Sejenis menyimak musik secara combo, ya fisik ya digital Sebagai pelengkap cita rasa karya albumnya, Bangkutaman mennyerahkan penggarapan cover dan tata letak oleh Bujangankota. Sementara untuk foto cover oleh Rakasyah Reza.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *