Nadya Roshalina, penyanyi solo independen asal Bogor

Debut “Cloudy Sky” dan Cara Nadya Roshalina Meredam Masa Lalu

Artikel : Anggitane

| HujanMusik!, Bogor – Pandangan ini nanar seketika, mempelajari seluk beluk salah satu taman kebun yang berubah. Ia yang diatur sedemikian rupa seperti memisahkan jarak antara ruh yang saya kenal dengan tema kekinian yang dihadirkan pengelola.

Taman kebun kelas dunia itu menjadi sesuatu yang tak lagi saya kenali. Sebagaimana masa lalu.

Perubahan memang abadi, berlinang masa lalu pun juga tak tabu. Karena kisah saya pada suatu tempat itu melekat. Menjadi titik pendulum pembuka aroma kenangan. Memindai memori bergerak seturut hidup dan menghirup udara sekelilingnya.

Ah, barangkali saya ini masih termasuk tipe penghamba masa lalu. Kekang terjebak kenangan didalamnya. Sama seperti celotehan dara bernama Nadya Roshalina dalam lagunya “Cloudy Sky”.

Menemukan susunan lirik berbalut melodi dari penyanyi independen asal Bogor itu menjadi cara terang melepaskan hempasan kekecewaan. Bahwa apa yang tersimpan dan digenggam tak selamanya sepadan dengan harapan.

“Cloudy Sky” menjadi cara Nadya Roshalina mengawali debutnya, setelah sebelumnya mengenalkan diri sebagai kreator youtube yang kerap mengemas ulang lagu menjadi versi akustik. Diantaranya lagu dari beberapa band seperti One Ok Rock dan Paramore.

Cover single “Cloudy Sky”

“Cloudy Sky” menjadi sebuah awal perjalanan serius dalam berkarya.

Dengan suara power soft-nya itu, Nadya memberanikan diri untuk akhirnya meramu sebuah karya original yang digarap secara Do It Yorself (DIY) bersama partnernya Muhammad Nurdin (Dindin).

Nama terakhir diatas juga berperan sebagai produser, penulis lirik, serta arranger dalam penggarapan single perdana Nadya.

“Cloudy Sky” ditulis dalam lirik berbahasa Inggris, berkisah tentang seseorang yang terjebak dalam masa lalunya.

Ceritanya mengalir dimana pada masa lampau terdapat sepasang insan yang membangun sebuah hubungan manis, segala yang indah berjalan sebagai mana mestinya, hingga akhirnya seiring berjalannya waktu semesta berkehendak lain. Kedua-nya harus terpisah dengan sebuah alasan.

Sebuah kisah dan tema klise yang akhirnya dituang dalam sebuah lirik dan mampu dibawakan Nadya dengan caranya.

Saya mendengar dan mengapresiasi Nadya dan koleganya membenamkan nature ambience serta bunyi khas gitar non-elektrik yang bernyawa layaknya alunan gaya pop-akustik.

“Cloudy Sky” pada akhirnya menjadi awal yang baik untuk Nadya Roshalina. Mencoba kukuh berproses dan terjun langsung di industri kreatif dengan mengusung tema yang tak asing di telinga para penikmat musik.

Lirik semi surealis serta dramatisasi lantunan instrument yang diciptakan mampu memunculkan vibes sedih dengan semangat bangkit dari kenangan masa lalu.

“Cloudy Sky” sudah dapat dinikmati di berbagai platform Digital Streaming pada 4 September 2021.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *