“VaksiNada”, Cara Vikri dan Bram Melawan dengan Bahagia

“VaksiNada”, Cara Vikri dan Bram Melawan dengan Bahagia

Artikel Anggitane

| Hujanmusik!, Bogor –Sepekan selepas dinyatakan sebagai daerah tertutup, perasaan ini masih lusuh.

Peluh tertikam gelanggang yang bayangannya masih tunggang langgang.

Label pandemi membuat sebagian besar warga saling mencurigai.

Ada yang percaya, biasa saja hingga protokol ketat yang membuat penat. Lalu mereka berdebat tentang angka yang dipaparkan media terdiri dari hitungan nyawa yang selesai urusan dunianya.

Sementara saya, harus mengurus tetangga, saudara dan kolega yang secara sadar melakukan tes berbayar, lantas menjalani rekomendasi dengan isolasi mandiri. Mandiri dalam arti benar-benar ditanggung sendiri.

Narasi memang penuh gejolak.

Pendulum nasib tercerai berai, berharap bisa memutar balik namun sudah sulit. Belum lagi mereka yang memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi.

Pendeknya, kita semua dipukul rata harus ikut merasakan akibatnya. Harus mau dan bisa berkarya dengan segala keterbatasan yang ada. Semua dibatasi demi menekan interaksi.

Entahlah, setahun lalu kita kemana dan berlaku apa saja. Cuma bisa gigit jari melihat kerumunan gelaran piala eropa dan mereka yang sudah berhasil mengatasi pandemi.

Memang pusing tujuh kelilig, katanya boleh faktanya tidak. Semua hanya berujung pada wacana ditangan kuasa segala urusan.

Kalau sudah begini memang mending jogetin aja, lawan dengan bahagia. Persis seperti kata Vikri And My Magic Friend dalam laga karya terbarunya, “VaksiNada”.

Keluh kesah yang sama tentang perasaan melihat kondisi di tengah masyarakat. Kebingungan, kesulitan dan perasaan serba salah, bercampur menjadi satu dengan situasi penting lainnya, yaitu sisi ekonomi.

Kesehatan dan ekonomi adalah dua pilar penting dalam kehidupan. Namun, pandemi yang berkepanjangan saat ini seolah membuat keadaan sosial masyarakat menjadi dilematis dan penuh ketimpangan.

Usaha sepi, puluhan lokasi mencari nafkah pasang bendera putih. Dampaknya, banyak mulut dan perut dalam ancaman.

Vikri And My Magic Friend, grup yang dikibarkan  sosok komika multitalenta, Vikri Rasta (vokal/gitar) bersama Bram Ongirwalu (perkusi), tergerak menghadirkan “VaksiNada” dalam nuansa ceria. Memetakan sudut lain, tentang kondisi “perut” yang juga menjadi hal yang sangat krusial.

Selain urusan kesehatan tentunya.

“VaksiNada” mengingatkan saya pada gaya bernyanyi kompilasi “Pesta Rap” masa peralihan dengan sentuhan rona Jamaica dan sedikit irama lenso.

Imajinasi kebahagiaan yang sejatinya sedang menertawakan kekhawatiran.

Radar liar saya juga menangkap ruh “Mari Bersuka Ria”  yang pada era-nya dinyanyikan Rita Zahara, Bing Slamet, Titiek Puspa dan Nien.

Sementara pada sebagiannya ada semangat “Yang Penting Hepi”Jamal Mirdad. Kebenarannya tentu saja perlu ditanyakan kepada Dennis (gitar) dan Ichan (bass), dua sosok lain yang mendukung musik Vikri And My Magic Friend.

Ada sesuatu yang berbeda dari “VaksiNada”, karinding sentuhan mang Bojay terdengar mengisi lini konsistansi ruang nada, seperti mengingatkan untuk kembali ke akar.  Menengok Masyarakat Adat mengelola pandemi dengan cara kearifan lokalnya yang terbukti efektif.

“VaksiNada” memang cukup cerdas, karya ini bisa saja menjadi salah satu vaksin kebahagiaan bagi khalayak luas.

“Tetap berpikir positif dan optimis dalam jiwa yang tenang, kita sama-sama berdoa untuk segera melewati fase ini,” tulis Vikri kepada HujanMusik!

Suntikan “VaksiNada” diluncurkan secara visual lirik yang digarap langsung oleh Vikri Rasta.

Videonya sudah dapat dinikmati lewat kanal Youtube: Vikri And My Magic Friend sejak hari Jumat tanggal 23 Juli 2021.

Single ini juga menjadi jembatan untuk kedatangan mini album mereka yang sedang dalam proses penggarapan.

Lanjuuut….

https://www.youtube.com/watch?v=5Yw6lbJqJas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *