Medium Rock Kañña dengan EP Pemupus Kevakuman

Medium Rock Kañña dengan EP Pemupus Kevakuman

Artikel Anggitane

| Hujanmusik!, Jakarta – Malam telungkup menjadi pentahbisan habisnya energi raga. Rebah dalam kekalahan, karena hasrat mimpi masih panjang pencapaiannya.

Dinamika rotasi kerja menjadi muara berkurangnya fokus pada apa yang dituju. Medium yang saya jalani menjadi refleksi diri, bahwa kita harus adil dan memadukan mimpi dengan realisasi. Ada usaha dan aksi yanng harus dipenuhi, tak semata memupuk ilusi.

Bukan patah, tapi menyiapkan amunisi yang lebih bergizi, demi menjaga asa dan hasrat tetap menyala.

Bisa jadi ini narasi hasrat yang sama dengan keinginan bergejolak para pencipta lagu yang sempat vakum. Energi membulat mengarahkan talenta mereka untuk tetap bermusik meski pandemi membayangi dengan beragam dinamika kebijakannya.

Setelah lama vakum dari dunia musik, Richardo P (gitaris dan komposer musik) dan Gon (vokalis dan penulis lagu) memutuskan untuk kembali membentuk sebuah grup band rock.

Pencapaian duo musisi yang kali ini konsisten membawa rock tetap terpilih sebagai disiplin utama, seraya melanjutkan band lama ‘The Tremolo’ yang sudah lama vakum.

Energi mereka dipersatukan bersama Ano Amanullah (drum) dan Ericko Pandu (bass) untuk bergabung bersama. Melengkapi posisi yang ditinggalkan personil lama karena kesibukannya. Kompromi dari para personil dituntut untuk menemukan titik tengah dari keberagaman ‘warna’ musik mereka.

Lantas membuahkan sebuah EP “Pleasure & Desire” dalam sebutan kolektif Kañña. Pilihan laju kolektif dengan tone musik rock alternative sebagai jalan tengah yang dapat menyeimbangkan keinginan bermusik masing-masing personil.

Kañña dimunculkan dengan aroma lebih fresh dan unik, nuansa psychedelic sedikit dicampur dengan lirik realistis yang berdasar pada kejadian hidup mereka.

Nama band juga diubah menjadi Kañña yang memiliki arti jalan menuju kenikmatan.

Harapannya setiap pendengar dapat menemukan definisi dan keindahan sesungguhnya dari struktur, komposisi, dan lirik lagu mereka yang tidak biasa.

“Road Trip” menjadi judul single pertama yang dikeluarkan oleh Kañña, diambil dari kelelahan hidup dalam mengejar standar kesenangan sosial.

“Road Trip” memuat blues rock / classic hard rock dengan banyak reference dari band rock classic, baik lokal-nasional hingga mancanegara. Ricardo dan Gon memilih diksi simple dan tidak metaforis, seturut dengan keinginan menyatu dengan basic konsep musik yang tidak kompleks. Sebuah karya yang linear dengan lima lagu lain pada EP mereka semacam “Lightning Thunder”, “Karma Indah”, “Lekas Lepas”, “Grieving”, dan “Ujung Jalan”.

Produksi secara home recording session, juga mixing dan mastering mandiri membuat Kañña terasa beda semangat. Pentahbisan konsistensi dalam menyelesaikan project EP ini.

Karena stelah rilis mereka melengkapi dengan video clip dan live session YouTube yang akan diproduksi oleh Cashagrey.

Begitulah, “Road Trip” menjadi pintu awal mereka untuk kembali eksis dalam musik nasional serta dapat memberikan warna baru bagi pendengarnya.

Welcome back Kañña.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *