Catatan Asmara Defectum dalam Single Kedua

Catatan Asmara Defectum dalam Single Kedua

Artikel Anggitane

| Hujanmusik!, Sumedang – Seperti ritual makan siang tanpa nasi, kepingan ingatan ini terasa tak lengkap. Beberapa bagian terasa hambar tak seperti biasa, bahkan cenderung lepas begitu saja. Berlari tak hendak berjalan pun tak mau, stagnan dengan ingatan. Semacam toxic dalam setiap hubungan. Sebagaimana diingatkan Defectum dalam “Manic Pixie Dream Girl”.

Momentum yang sungguh tepat saat tengah berhitung rentang kesalahan apa yang pernah saya buat. Peringatan masa-masa asmara yang berdampak buruk secara fisik dan mental. Refleksi untuk menjalani proses kedepan, mencari maaf demi memupus karma. Karena saya percaya setiap kesalahan memiliki ganjaran.

Defectum adalah kolektif alternative rock yang memperkuat visi bermusiknya sebagai grunge. Pada rilisan single keduanya mereka menawarkan kualitas sound yang melekat sebagai pengagum rock Seatle 90an. Robi Trianda (gitar/vokal) dan Muhammad Gemilang (bass) memilih tema asmara sebagai cara mereka keluar dari reruntuhan ingatan. Tak seperti saya, stagnan dan ketakutan berlebihan pada hukum balik alam.

Defectum tampak tetap riang menjalani toxic relationship dalam “Manic Pixie Dream Girl”. Sebuah representasi pengalaman kedua personil mengenai hubungan asmara yang berdampak buruk terhadap keadaan fisik maupun mental. Sama dengan yang saya alami waktu dulu.

Meski demikian, Defectum tidak menganggap lagu ini sebagai pelampiasan tekanan melainkan cerita masa lalu untuk ditertawakan bersama.

Representasi “Manic Pixie Dream Girl” dituangkan melalui visualisasi modern yang digarap secara sederhana. Menarik beberapa kesalahan teknis dalam proses penggarapan untuk tetap ditampilkan dalam video klip

“Kesalahan itu wajar dalam kehidupan. Akan lebih menyenangkan jika kita menjadikannya lelucon untuk tertawa bersama. Itulah pesan lain yang ingin kami sampaikan melalui ‘Manic Pixie Dream Girl'” ungkap Robi.

Entah bagaimana mereka berproses dalam artian sesungguhnya, “Manic Pixie Dream Girl” muncul secara digital dengan atribusi beberapa nama koleganya. Robi dan Muhammad Gemilang merilis karyanya bersama Katnoise Music selepas proses di Reborn Music Studio. Jatinangor menjadi kawasan perjumpaan intelektual Defectum dengan Jeremy Jonathan, Jaka Johar Budiman, Brenda Brigitta, Andreas Nugraha dan Rifki Rifaldi.

Nama-ama itulah yang mendukung Defectum memastikan segenap proses perilisann karya terjadi di Spotify dan Youtube 12 Februari 2021 silam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *