Katapel, kelompok yang lahir sebagai grup musikalisasi puisi asal Bogor

Sintesis, Album Padanan Populer Katapel

Artikel Anggitane

| Hujanmusik!, Bogor – Suatu waktu, diantara derai hujan yang tengah menyembur dari atap langit. Saya tengah berujar dengan sebuah sintesis padanan populer dari kelompok musikalisasi puisi Katapel.

Mengingatkan masa menyintas jeda meski dalam hitungan manusia ini bukan musimnya. Hujan berhamburan yang entah sampai kapan selalu dianggap biasa saja.

Sedikit yang melihatnya sebagai tanda-tanda dari semesta.

Sebagaimana sintesis padanan populer dari kelompok musikalisasi puisi Katapel.

Hujan adalah perantara pencipta dan ciptaannya, jangan sampai berujar setelah peristiwa, lantas menyalahkan hujan sebagai penyebab bencana.

Begitulah saya menyemat tanda yang sama saat Katapel menyibak masa, melepas albumnya yang sedari awal melempar kode.

Meski dinanti kabar dan kiprahnya, kelompok musikalisasi puisi yang sempat saya tandai sebagai folk itu tetap saja memberikan kejutan dan warna perubahan.

Grup musikalisasi puisi asal Bogor, Katapel, telah merilis album penuhnya ke-4 pada awal tahun 2021.

Album yang mereka beri nama “[SIN]TESIS” itu bermuatan 8 karya dalam bentuk lagu dan musikalisasi puisi yang bertema tentang cinta, alam dan spiritual.

Delapan karya itu adalah “SIN”, “Kini”, “Rahasia”, “Nyanian hutan”, “Sajak Rajawali”, “Gumamku ya Allah”, “Weheya”, dan “Air Pasir”. 

“[SIN]TESIS” lahir dengan kedalaman makna para personelnya.

Rasa-rasanya, mereka telah menemukan pencapaian personal secara kolektif.

Mewujud sebagai tahap akhir menuju pembaharuan setelah kurun waktu sewindu Katapel berkarya. 

Setiap lagunya merupakan kumpulan keresahan-keresahan yang membentuk simpul doa. 

Rentetan metafora dan aneka sibak kata-kata terartikukasi dari Ichbal Majorharmony (vokal dan gitar), Ryza Satriana Putra (gitar), Hakim Ferdinan (saron, tehyan, flute), Doni Dartafian (biola, sape), Ristio Pahlawan (bass), Namina Aray (jimbe, udu, bongo) dan Irvan Agustin Pratama (terbang, pianika). 

Mode koneksi dan intuisi berkarya mereka terbentuk sejak kuliah.

Simak juga di HujanMusik! : Katapel yang Lantang Bertenaga dan Menderu Jiwa

“ [SIN]TESIS” menempatkan lagu “Kini” sebagai single pembuka.

Single yang audio dan video musiknya sudah bisa didengarkan di berbagai aplikasi streaming music seperti Spotify, Joox, Deezer dan Youtube Channel Katapel Official.

Sejak mendengar kolaborasi “Kini”, Katapel tampak nyata ingin keluar dari zona rumit.

Memilih padanan kata yang lebih mudah dipahami dengan aransemen yang lebih populer. 

Sempat, saya merasa kehilangan kesan sebagaimana pertama berjumpa dengan karya Katapel.

Namun pada akhirnya, saya maklum. Ada waktunya untuk memberikan penuturan berbeda, pendengar berbeda dan mungkin rimba gerilya karya yang berbeda pula.

Tuturan selepas 8 tahun berkarya dan menjejak performa diberbagai acara, baik kompetisi, konser, program TV hingga Soundtrack film pendek.

Profil mereka sebagai juara 1 Festival Bulungan Jakarta (2015), penampil 7 Tahun Mengenang W.S. Rendra (2016), Sapa Indonesia Kompas TV (2016), dan Juara 1 South Borneo Art Festival Kalimantan (2018). Pengisi acara Road to Soundrenaline Bogor (2018), DCDC Musikkita Global TV (2018) dan menempatkan Lagu “Air Pasir” sebagai Soundtrack Film Pendek Bungkeuleukan (2020) menjadi bukti perjalanan waktu yang tak mudah dilalui.

Sebelumnya, Katapel telah merilis 3 album yaitu “Sajak Do’a” (2013), “Metaspasial” (2017), dan “Aku Indonesia” (2018). 

“[SIN]TESIS” dirilis dalam format cakram padat, dikemas dalam bentuk box set edisi terbatas.

Berisikan CD album, sertifikat, tiket konser, t-shirt, masker, handsanitizer, gantungan kunci macrame, stiker pack dan partitur lagu SIN. 

Kabarnya, Katapel hanya menjual secara terbatas, cuma 130 box set.

Sebagaimana prosesi album lainnya, Katapel kembali meng-konser-kan “[SIN]TESIS” di Rumah Kopi Ranin, Dramaga, Bogor, 20 Maret 2021 lalu.

Prosesi konser yang sama dengan “Sajak Do’a, Sajak Rajawali”, “Metaspasial”, dan “Aku Indonesia”.

Album “[SIN]TESIS” yang dirilis merupakan kelanjutan dari konser sebelumnya yang semula merupakan tajuk konser untuk pengumpulan dana menuju South Borneo Art Festival 2018. 

Lantas, tajuk itu disempurnakan dan digarap ulang menjadi judul album ke-4 sekaligus tajuk konser peluncuran.

Catatan lainnya, konser “[SIN]TESIS” merupakan konser tunggal ke-6 dan perayaan 8 tahun Katapel berkarya.

Sebagai penghujung catatan, Katapel berharap karyanya bisa menambah gairah berkarya dan memberi kesenangan kepada para pendengarnya. Gairah dan kesenangan agar imun semakin kuat.

https://www.youtube.com/watch?v=t5efcxig9qU

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *