Poisonsnail dalam Metamorfosis Racun Tetrodotoxin

Poisonsnail dalam Metamorfosis Racun Tetrodotoxin

Artikel Anggitane

| Hujanmusik!, Bogor – Senarai tengah ber-kejutan, melibas deburan nada yang seperti kembali dari perantauan 60-70-an.

Berderai dengan karakteristik sound gitar yang fleksibel dan khas, mencampurkan bebunyian antar instrumen yang terselip vokal.

Seperti revival jilatan ombak surf rock pesisir selatan Jawa.

Begitulah Poisonsnails meregangkan musiknya, memperkenalkan diri sebagai pengantar racun dengan single “Tetrodotoxin”.

Buah imajinasi metamorfosis terlarang antara dari keong racun dengan ikan buntal.

“Tetrodotoxin” merupakan single perdana kumpulan pemuda terlantar dari Cilebut, Bogor.

Pilihan nama Poisonsnail menjadi cara Dwicki Dylan ‘Buluk’ Ramadhan (gitar/vokal), Anjas Kurniawan (gitar), Panji Adi Pradhana (drum) dan Abiel Al-Asya’ri (bas) berhimpun.

Menghunus nada dan gagasan musik yang terdengar ruh rock pesisirnya.

Menyimpan energi peselancar meski meraka besar dari kawasan yang terdiri dari sungai-sungai dan aneka curug.

Poisonsnail memang memajang mereka berkawal genre surf-punk.

Pertalian rock dan cara mereka mempermainkan artikulasi lirik tak mampu menjauhkan tudingan, ada nyawa kuat surf rock didalamnya.

Serupa dengan cara kolektif lokal macam The Mentawais, The Sailors, The panturas, Young Savages atau pun Southrern Beach Terror.

Awal 2021 ini, Poisonsnail meluncurkan “Tetrodotoxin” melalui jalur distribusi digital Amplop Records Bogor.

“Tetrodotoxin” merupakan single yang ditulis oleh frontman mereka, Dwicki Dylan Ramadhan atau yang biasa akrab dipanggil buluk. 

Sementara untuk bangunan aransemen lagu, terjadi berkat kerja kolektif personil lainnya 

“Tetrodotoxin” mengambil inspirasi dari pengalaman cerita sang bassist yang lolos dari kejamnya obat-obatan. 

Abiel Nur Al-Asya’ri, pemain bass mereka pernah mengalami kejadian yang cukup tragis semasa sekolah akibat keracunan obat terlarang. 

Momori itu mereka wujudkan dalam bentuk art work cover single bergambar ikan buntal yang sedang berenang di lautan obat-obatan.

Karya art work diolah dan dikelola realisasinya oleh Wanda Apriyandi (Stocky KiDD). 

Tetradotoxin sendiri adalah nama dari racun yang terkandung dalam ikan buntal dan hanya ada pada ikan buntal.

Dibungkus dengan sajian lirik yang usil dan melody-melody yang terkesan tegang, Poisonsnail mencoba untuk membuat reka adegan sang bassist dan menuangkannya dalam lagu.

Single “Tetrodotoxin” adalah sebuah langkah awal dari mereka ke dalam gemuruh musik rock Indonesia melalui genre Surf-Punk yang pastinya akan menjamur lebih luas lagi. 

“Tetrodotoxin” bisa didengarkan di aneka platform musik digital.

Enjoy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *