Merah yang Kembali Tengadah untuk Sekali “Kalah”

Merah yang Kembali Tengadah untuk Sekali “Kalah”

Artikel Anggitane

| Hujanmusik!, Jakarta – Sebuah nama, terukur dalam simbol warna merah tengah menjejali pikiran. Memupuk bersamaan dengan ingatan britpop nuansa 90-an.

Melempar cerita melalui musik dan lirik yang mudah dicera, meski kisahnya tak semenjana yang dibayangkan. Bahkan cenderung redup.

Merah adalah kolektif musik asal Jakarta yang dua tahun lalu (2019) merilis single “Waktu”.

Menuju paruh kedua mereka berkarya, Merah kembali melepas single “Kalah” pada awal Januari 2021.

“Kalah” adalah sebuah nyanyian sendu tentang patah hati dan kehilangan.

Karya sendu yang tetap menampilkan sesi riang secara band.

Menuturkan dengan cara santai sebagaimana takaran pemahaman musik alternative pop british yang mereka usung.

Sekitar dua dasawarsa lalu, Agustinus Yugo Kuncoro “Agus” (vokal) menulis lagu ini demi menyalurkan segala rasa yang hinggap di hatinya.

Ide lagu yang telah dibuat itu kemudian mereka sempurnakan bagian aransemen dan liriknya saat mencetuskan kembali sesi workshop pengkaryaan beberapa waktu menjelang proses rekaman dilakukan.

Mendengar kisah Merah sama halnya dengan menarik jejalan ingatan saat berada di sekolah menengah pertama.

Ketika angkutan dan bis kota dianggap kekinian saat audionya memutar Semisonic, Gogo Doll, Blur, Supergrass hingga Oasis.

Semakin berkelas jika ada Ash, Kula Shaker, Keane ataupun Rialto.

Masa yang sama ketika menanti ulasannya di majalah remaja populer, bersanding dengan nama lokal semacam Rumahsakit, Fabel, Pestolaer dan sejenisnya saat itu.

Dengan tempo lambat, “Kalah” cukup kuat terpapar pengaruh unsur britpop 90-an, sesekali terdengar sedikit sentuhan nuansa dream pop.

“Kalah” tampaknya menjadi wahana untuk menampilkan dan mencerna sisi lain Merah yang melankolis.

Sama halnya seperti pada single pertama mereka.

Merah memproses “Kalah” dengan serius. Merah diisi vokalis Agus, Gitaris Muhammad Syawalludin “Ludy” dan Dicky Virrianto “Dicky” bergerak memuntahkan segala imajinasinya bersama drummer Yudi Haryanto “Arie Mojei”, lantas memenuhinya dengan musik yang kian berkembang bersama bassis Danang Prionggo.

Untuk perihal proses rekaman, single “Kalah” juga dibantu oleh Erlangga Ishanders, sosok yang dulu populer di belakang nama Pestolaer dan Ramayana Soul.

Single “Kalah” kini sudah tersedia dan dapat dinikmati via platform musik digital populer.

Video liriknya juga telah tayang dan dapat disaksikan di akun YouTube Merah Official.

Selain unsur musik, single “Kalah” juga memuat artwork karya Muhamad Rizky Fadlly.

https://www.youtube.com/watch?v=uScXJLBhj2w

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *