Gelombang Dogma Sakral nan Eksperimental Rollfast

Gelombang Dogma Sakral nan Eksperimental Rollfast

Artikel Anggitane

| Hujanmusik!, Denpasar – Peluh belum luruh, three on three masih menyisakan setengah game lagi. Posisi tim saya sedang tertinggal jauh. Maklum, hanya sekumpulan pemain senja yang sudah lewat masa aktif dan daya juag olah raga-nya. Memaksa menantang pemain muda dengan rata-rata usia U-17. Eksperimental olahraga yang sudah diketahui hasil akhirnya. 

Sungguh jauh berbeda dengan eksperimental rock besutan Rollfast. Kolektif eksploratif asal pulau dewata yang mendulang karya dengan video musik terbarunya.

Eksperimental yang mementaskan ledakan energi, filosofi dan pencapaian kecerdasan. Penuh simbol suara dan menjebak mata, memastikan getarannya tersebar di dunia maya yang serba rana.

Sejak dulu, saya cukup menggemari bebunyian eksperimental. Kecurigaan rock yang muncul saat mendengar ‘I’m Popular” Nada Surf, sebelum disadarkan seharusnya menyimak “Superstar” Sonic Youth dan sejenisnya yang lebih eksperimentalis nan psikedelik, post-rock, atau rock elektronik sekalipun.

Pun halnya ketika menemukan Wintergatan, Holly Herndon, Amnesia Scanner. Atau semarak eksperimental lokal macam Guruh Gipsy, Gabber Modus Operandi, Zoo, Senyawa, Joe Million x Indra Menus, Marzuki Mohammad, Jatiraga, Sujiwo Tejo, Tatalaoe, Ash-Shur dan musisi independen lainnya.

Hingga akhirnya menemukan Rollfast, grup eksperimental rock yang tumbuh di Denpasar, Bali. Saat memamerkan video musik “Methanol” dengan sangat elegan.

Membubuhkan aneka bebunyian tak biasa yang secara samar seperti menarik ingatan tahunan silam, masa-masa barisan musik bebas berkembang pesat di negara barat, masa ketika tahun 1960-1970an akhir menjadi standar kebebasan berekspresi anak muda dunia.

Masa itu dunia pernah kagum dengan bebunyian eksperimental rock. Sebuah upaya membebaskan diri dan kontra inovasi. Sesi pemilihan karakteristik genre yang berbeda, dan tentu saja menghadirkan pertunjukan penuh improvisasi.

Produksi musik yang pengaruh avant-garde-nya cukup kuat, instrumentasi aneh, lirik buram cenderung instrumental, hingga struktur dan ritme yang tak normal. Dalam pemahaman saya yang dangkal, ada kesan bebunyian mereka identik menolak aspek komersial.

Rollfast seperti menterjemahkan ketertarikan saya soal itu.

Mereka hadir dengan menyulap tangkapan visual sutradara Kathleen Malay. Membius dengan video yang bercerita tentang konsep vertikal dan horizontal kehidupan manusia. Layer gambar banyak mengambil lokasi beberapa tempat di Bali. Dengan latar landscape yang jarang ditangkap indera. Eksperimentalis.

Kathleen Malay merupakan sutradara muda yang sebelumnya terlibat dalam beberapa garapan video musik : The Brandals, Ras Muhammad hingga Gabber Modus Operandi.

Video musik “Methanol” resmi rilis pada 13 Maret lalu, bertepan dengan hari Pengerupukan, sehari sebelum Hari Raya Nyepi 2021. “Methanol” merupakan salah satu lagu dari album terbaik Indonesia tahun 2020, Garatuba. 

“Konsep video nya langsung muncul gitu aja, kita lebih banyak ngobrol soal lagu, tradisi dan tempat-tempat selama 2 hari proses shooting. Jadi kayak liburan singkat ke tempat-tempat yang jarang terlihat. Mungkin Kathleen udah punya gambaran besar tentang visualisasi lagu ini sebelumnya, kita cuma jelasin latar belakang lagu ini, sisanya murni hasil interpretasi sang sutradara,” tulis Agha Dhaksa pada pesann tertulisnya pada HujanMusik!

“Methanol” sendiri bercerta tentang konsep Tri Hita Karana (Lingkungan, Manusisa dan Pencipta) pada kebudayaan Bali. Budaya yang saya kenal dalam beberapa lawatan spiritual.

Menemukan sakral ketika riuh suara kendang sintetik, komposisi saling tabrak dan janggal sukses dibongkar pasang Rollfast. Bagi saya,  “Methanol” mampu menghasilkan gaung paduan suara keresahan anak muda tentang dogma dan kebiasaan. 

Lagu ini menjadi cetak biru untuk karya Rollfast selanjutnya, mencoba menterjemahkan kesegaran dan bertualang dalam gelombang “Noise-Rock-Denpasar-Baru”.

https://www.youtube.com/watch?v=ss_SUOb1C_o

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *