Pesan Disosiatif Elektronika Sara Fajira

Pesan Disosiatif Elektronika Sara Fajira

Artikel Anggitane

| Hujanmusik!, Jakarta – Tawa terbuka Sara Fajiran seketika mengejutkan jiwa. Memecah kesunyian malam selepas ronda keamanan lingkungan. Menitik dari bilik gawai yang rupanya tengah diputar kolega. Tawa yang sejurus menguat dengan musik Elektronika. Seterusnya saya mengenali suara itu milik Sara Fajira feat Eddie Tripleks dalam “Julite”.

Nama Sara Fajira tak begitu asing. Untuk beberapa saat ia mengemuka dengan kolaborasinya dalam “Lathi”. Sesi penampilan musik yang dibesutnya bersama Weird Genius pada tahun 2020 lalu.

Meski kiprah seni sebenarnya telah ia mulai sejak mengikuti aneka kompetisi termasuk menyanyi, menari  dan  berakting. 

Khusus untuk dunia unjuk suara, pada tahun 2015 dia  memulai  karirnya dengan Boogie  Band. Kemampuannya juga teruji dalam ajang kompetisi menyanyi Just Duet di Net TV. Di sana, ia mendapatkan juara ke-2.

Sejak itulah, penyanyi muda berdarah Yaman dan Polandia yang lahir di Surabaya itu menekuni RnB, HipHop, Pop, Rock, EDM, dan Dance.

Buah ketekunannya mendulang mimpi, kisah hidup, cinta dan kebahagiaan, diteruskan dengan kolaborasi terbaru dalam single “Julite”.

Mode produksi musik bersama Eddie Tripleks, seorang DJ yang memiliki kemampuan mumpuni mengolah musik dari bilik suara elektronika.

Simak! di HujanMusik! : Melirih Sepi Osvaldorio

“Julite” merupakan kisah seseorang yang bermasalah dengan dirinya sendiri.

Seperti memiliki gangguan kepribadian ganda / gangguan identitas disosiatif.  

Sosok yang dengan mudah berkelahi dengan pikirannya sendiri.

Pikiran yang mengambil kendali atas pikiran yang selalu ingin tahu dan tidak pernah mudah untuk ditangani.  

Sara Fajira mencoba membawakan, bahwa terlalu banyak berpikir, gelisah, depresi dan stres, adalah jalan semua pikiran negatif yang disimpan  dalam pikiran.  

Kita tidak akan pernah tahu apa yang orang lain pikirkan tentang kita.

Jika memberlakukan tunjuk, pikiranmu selalu membuat kamu berpikir bahwa kamu benar-benar antisosial, namun kamu tidak dapat  menahannya.   

“Ini tentang aku berkelahi  dengan pikiranku sendiri,  dua kepribadian melawan satu sama lain. Pikiran yang rusak dan pikiran yang stabil. Tapi sekali lagi, hanya dalam pikiranku yang memikirkan terlalu banyak tentang diriku yang rusak ,” tulis Sara Fajira dalam keterangan tertulisnya untuk HujanMusik!.

“Julite” menambah khasanah karya musik Sara lainnya.

Penyanyi yang menambatkan role model-nya pada Victoria Monet, Lolo Zuai, Sabrina Claudio, H.E.R, Rihanna, Cardi B, Hayley Wiliams, dan Whitney Houston itu sudah memiliki 9 karya kolaborasi.

Tercatat ada single “You Know” (2018 – Fabio Farisco & Reza Stain), “Tersimpan di hari” (2018 – Eka Gustiwana feat Prince Husein), “Cerita Dibalik Senja” (2019 – by Hello Maya), “Jika” (2019 – by Melly Goeslaw, feat Hedi Yunus), “Lathi” (2020 – by Weird Genius), “Getting Over You” (2020 – by Eka Gustiwana, feat Osvaldo Nugroho), “I Miss U” (2020 – by Reza Stain & Fabio Farisco), “Sho off your colors” (2020 – feat Titi DJ & Eka Gustiwana).

Terakhir, single “Do You Remember” (2020 – feat  MADGRLL & SIHK SIHK).

“Julite” menjadi karya paling baru. Dalam Project ini, Sara Fajira mengajak Tripleks untuk menambah instrument-instrument yang terdengar cukup melengkapi.

Single ini telah rilis di semua platform musik digital pada tanggal 12 Februari 2021. 

Selain audio digital, “Julite” juga ditampilkan dalam bentuk video musik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *