Dogma Penjaga Nyala Santikarisma

Dogma Penjaga Nyala Santikarisma

Artikel Anggitane

| Hujanmusik!, SemarangSound gitar itu terdengar meliuk, meningkahi beban distorsi yang menggelora sejak semula.

Beruntung, ada kawalan dentuman bass dan hentakan drum yang konsisten dan tak lari kemana-mana.

Meski menggelora dan meliuk, saya cukup mampu menikmatinya.

Bunyi rock menjadi benang merah utama menyimak gelanggang musik yang dimasuki Santikarisma, unit stoner rock asal Semarang itu.

Mereka membuktikan sebagai salah satu pengejawantah energi distorsi dengan merilis “Hingar Bingar Warta Blingsatan” pada 16 Desember 2020 lalu.

Single itu tampaknya mampu mewakili keresahan Santikarisma.

Tahun 2020 adalah tahun di mana pandemi datang bersama hiruk- pikuk pemberitaan yang gencar membicarakan tentang bagaimana proses penularan dan recovery seputar Covid-19.

Setahun sebelumnya, kolektif musik yang lahir dari arus pinggir industri musik itu juga telah merilis “Dogmatis”.

Titik pijak kembalinya mereka paska menorehkan album pertama, “Sugestivisi” pada 2017. Album penting yang dibesut label Disaster Records

Lantas, demi asa menjaga api tetap menyala, Rio (vokal), Isa Prada (gitar), Achmad Sofyan (drum), Okky Arvian (bass) dan Riky Ardian (gitar) kembali berhimpun dalam bentuk kolaborasi karya yang kuat.

Mereka memperlakukan single “Dogmatis” sebagai pembuka rangkaian trilogi ‘Virtual Session’.

Sebuah produksi karya visual yang merangkum segala resah tersebab masa gelap panggung musik satu tahun ke belakang.

Lahir dari arus pinggir industri musik, Santikarisma sadar akan kenyataan jika karya mereka belum mampu untuk menopang hidup. Setidaknya untuk saat ini.

Mereka terus mengelola asa dengan tetap bekerja dan menjaga api ini tetap menyala.

Keresahan makin tak terbendung sejak pandemi membuyarkan segala hal terutama yang berkaitan dengan panggung musik.

Lalu muncul ide menghadirkan pengalaman berbeda dalam menikmati penampilan musik.

Santikarisma merangkum segala resah lewat tajuk “Virtual Session”.

Tampil dan membawakan tembang andalan mereka yang dalam tiga babak dan diarahkan langsung oleh sutradara asal Jakarta, Rifqi Fadhlurrahman.

Santikarisma membuka babak pertama ‘Virtual Session’ dengan nomor “Dogmatis”.

Single yang menampilkan kolaborasi Santikarisma dengan Vajra Aoki, seniman musik yang namanya sempat tersemat bersama kolektif Rasvan Aoki.

“Dogmatis” merupakan single yang mengusung corak musik yang jarang terlihat sebelumnya.

Berdurasi lebih dari 6 menit, “Virtual Session” ini turut menampilkan eksplorasi visual serta performa panggung Santikarisma yang epik.

Sebuah terusan keresahan yang membuncah sejak beberapa tahun silam.

Secara kolektif, mereka mengakui apabila proses kreatif yang mereka jalani terbilang start belakangan.

Namun sebagai semangat dan penjaga nyala, tak ada kata terlambat.

Trilogi “Virtual Session” menjadi pijakan mereka untuk kembali menyelesaikan album penuh kedua yang sempat tertunda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *