Disobey, Sebuah Momentum Penguat Jalan Mini Album Crashead

Disobey, Sebuah Momentum Penguat Jalan Mini Album Crashead

Artikel Anggitane

| Hujanmusik!, Solo – Suara-suara itu terdengar dari sebuah kota di tengah pulau Jawa. Suara yang berbalut amarah dan hentakan kesadaran tentang ketidakadilan.

Amarah terdengar kuat dalam setiap baris lirik yang dilontarkan. Menggelegak dengan distorsi yang kuat unsur hardcore-nya.

Amarah itu masih berwujud muntahan pendapat dari unit hardcore bernama Crashead. Baru-baru ini, mereka melepas single “Disobey” sebagai pemandu untuk mengawal rencana merilis mini album tahun ini.

Crashead adalah band hardcore yang berasal dari Kota Solo, kota yang dalam beberapa waktu menjadi pusat perhatian dengan segala dinamika kuasa-Nya. Mereka muncul bak penguat para penyeimbang suara dari ranah seniman.

Mengawali 2021 dengan sebuah peringatan menjadi momentum bagus untuk Crashead bersuara. Paling tidak menjaga niat karya dan idealisme tetap bergerak pada rel-nya.

Berkutat dengan oldskool hardcore sedari awal muncul, membuat kawanan Ari Fajar Yunanto (bass/vokal), Thomas Suryo Aji (gitar), Yusi Ridho Arfanda (drum) dan Hafidz Nufus (vokal) haru kukuh bertanggung jawab.

Niat rilis mini album tahun 2021 harus diliuncurkan, seterjal apapun jalannya.

“Disobey” memuat cerita seputar amarah yang keluar dari sudut kuasa. Tentang bagaimana untuk tidak selalu patuh dengan sebuah sistem.

Sistem yang seharusnya bisa mensejahterakan tapi masih seringkali merugikan rakyat kecil.

“Disobey” juga menjadi catatan bahwa hingga kini diskriminasi hukum yang sangat tajam di kalangan bawah dan tumpul di kalangan atas, masih saja terjadi. Sesuatu yang perlu diluruskan dari generasi ke generasi.

Mendengarnya seperti menempatkan saya pada masa-masa sebelum pandemi, saat di mana ruang gigs hardcore juga dipenuhi kolega pengusung punk.

Energi bercampur yang mengasyikkan. Seperti menemui profil musisi lokal yang ada di belakag kolektif punk dan hardcore.

Dalam ingatan pendek saya, seperti menemui Something Wrong, Blackboots, Down for Life, Sabotage dan Atret menemani pertumbuhan masa kecil saya.

Toh pada kenyataannya Crashead memang mengusung hardcore, namun sisi punk-nya tetap kental terdengar. Bahkan dengan sedikit ritme Trash Metal.

Barangkali, itu yang membuat lagu “Disobey” lebih mudah ditebak karena memiliki karakter musik yang menarik.

Single terbaru dari Crashead ini sudah bisa didengarkan di platform music digital Bandcamp dan akan segera menyusul di berbagai platform musik digital lain diantaranya Spotify , iTunes , Deezer , Joox dan layanan music streaming lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *