Merapal Makna Menguak Jalan Metalic Hardcore Noose Bound

Merapal Makna Menguak Jalan Metalic Hardcore Noose Bound

Artikel Anggitane

| Hujanmusik!, Malang – Lantak luluh sedemikian menghulu. Hendak memekik, namun pangkal leher serasa tercekat. Sementara hasrat tak kuat untuk menahan hentakan distorsi hardcore yang disuarakan Noose Bound. Sebuah kolektif Metalic Hardcore/Heavy Metalcore yang tengah memamerkan karya terbarunya, “Lost in The Plot”.

Noose Bound adalah talenta musik keras asli Indonesian yang berbasis di Malang, Jawa Timur. Sejak akhir 2017, band ini konsisten bergerak dengan formasi 5 personel. Bagaskoro Akmal (vocal), Raditya Rio (drums), Devrizal Marupey (gitar), M. Rijaluddin (gitar), dan Alifian Ramadhan (bass). Kolaborasi kelimanya telah menghasilkan dua single berisik, “Paint Me Red” dan “The Needle”.

Baru-baru ini, dengan tetap mengusung metalcore, Noose Bound kembali merilis single awal tahun 2021 ini. Single berjudul “Lost in the Plot” dilepas untuk memanaskan perkenalan menuju debut album Noose Bound. Album perdana Noose Bound “To The Same End” yang disiapkan sebagai penanda jejak mereka bergabung dengan record label independen asal Jawa Tengah, Samstrong Records.

Seperti ilustrasi yang saya tulis di awal, amunisi “Lost in The Plot” cukup meluluh lantak-kan rasa malas yang menghujam. Situasi disaat kondisi fisik sedang tidak memungkinkan untuk bergerak bebas. Cedera paska pertandingan bola Minggu silam menekan hingga ujung pikiran. 

Pendeknya saya mendengar ada yang berbeda dari suguhan single terbaru Noose Bound kali ini.  “Lost In The Plot” jelas-jelas menampilkan energi baru mereka. Tentunya di luar fakta Noose Bound mengundang vokalis tamu M. Fauzi dari Hand Of Hope untuk turut berteriak. 

Hand of Hope adalah band metallic hardcore yang juga berasal dari kota yang sama dengan Noose Bound, Malang. Kehadiran Fauzi memberikan warna lain dari segi vokal, lebih ramai dan terdengar saling melengkapi lagu secara keseluruhan.

Noose Bound dengan “Lost In The Plot” seperti kenangan kembalinya era pertengahan 2000an, Ketika sub genre heavy metal banyak menampakkan band-band semacam Hatebreed, Avenged Sevenfold, Asking Alexandria hingga August Burns Red. Meski sejatinya saya mengendus ada beatdown hardcore era 90an seperti Disembodied, Integrity hingga Zao. Juga kolektif semodel Code Orange dan Knocked Loose.

Begitulah, keramaian yang kian semarak dengan jejak kerumunan metallic hardcore lokal di beberapa kota. Entah kenapa, saya seperti ditarik untuk melegakan ingatan. Mengenang masa-masa berseloroh dengan kolega yang menyebut asal skena MCHC, Malang City Hardcore.

Sensasi membawakan musik yang gelap disertai dengan sound yang berat, menjadi ciri yang diyakini membuat Noose Bound bertahan. “Lost In The Plot” dituturkan sarat makna di balik lirik nya. Bagian yang ditulis oleh vokalis mereka Bagas, tentang  suatu kondisi dimana manusia akan selalu dihadapkan pada resiko kegagalan. Sesempurna apapun rencana yang telah disusun dan sekuat apapun usaha  yang telah dilakukan. 

Terkadang kegagalan terasa menghancurkan setelah semua lelah seakan sia-sia dan hasil terasa mengkhianati usaha, namun begitulah kehidupan, tak semuanya dapat berjalan sesuai rencana.

“Lost In The Plot” rilis dan bisa dinikmati khalayak setelah para personil menghabiskan masa tiga Minggu rekaman di dua studio. Seluruh instrument dikerjakan di Griffin Studio, sedangkan sebagian vokal dilakukan di AA Studio, Malang.

Single yang pas untuk memperkuat rilisan debut album mereka nantinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *