Berjumpa Jembatan Rocksteady The Kawalumet

Berjumpa Jembatan Rocksteady The Kawalumet

Artikel Anggitane

| HujanMusik!, Bogor – Siang itu, di teras kedai kopi gadungan, saya tengah menikmati catatan Bryan Keyo yang berkisah soal Rock Steady era 1966 hingga akhir 1968. Catatan yang menunjukan pada saya bagaimana antara Ska dan Reggae berevolusi dan mencapai puncaknya secara musikal. Sebuah pemahaman perlahan, datang ketika saya ragu untuk mengindentifikasi takaran jamaican sound yang dimainkan seorang kawan. Meski pendengaran belum setajam analis musik brilian, sedikitnya saya jadi tahu bahwa rocksteady menjadi jembatan penting pergerakan ska dan reggae. Ya begitulah, memang perlahan paham, dari pada menerka tanpa pranala. Sama perlahannya ketika saya paham ada karya rockteady lokal atas nama The Kawalumet di sekitaran. 

Rocksteady menjadi titik temu bagaimana ritme tanpa henti dari Ska diperlambat dan diperkaya gaya bass berjalan akustik menuju bassline elektrik yang kuat. Mendorong saya untuk membayangkan bagaimana musisi masa lalu bekerja merekam musik mereka di Treasure Isle, tempat yang konon menjadi lokasi kali pertama rocksteady dimulai. Silahkan baca selengkapnya tulisan Bryan “From The Aces To The Zodiacs, A Primer in Jamaican Rock Steady”.

Seturut pengetahuan yang sedang saya lengkapi, datang lah kabar dari kolega lama yang sedang menjadwalkan wawancara di Jamaian Music Pro 2 FM RRI Bogor. The Kawalumet adalah relasi skena yang lama tak bersua, meski kami sempat terhubung dalam satu kota. 

The Kawalumet adalah sebuah project solo dari Aplek yang biasa dikenal sebagai vokalis dari Los Javanian ( Jakarta ) dan Apollo 10 ( Yogyakarta ). 

Apollo 10, nama band legendaris dari Yogyakarta ini mendapat tempat khusus bagi saya. Cara pertama saya mengenali ska dan dan tumbuh dalam skena yang solid, khususnya ketika aktif menjadi kru The Alaska. Apollo 10 adalah cara kami terhubung  karena panggung. Aplek sempat dikenal sebagai vokalis Apollo 10 yang meramaikan panggung ska, sementara saya cukup menikmati keriuhan ditepian.

Lantas pergulatannya berkembang ke Jakarta. Jejaknya sudah tercium sejak gelombang Jamaican Music menghangat di Jakarta circa 2000an. Aplek sudah mulai meniti kariernya sebagai vokalis genre ini, mulai dari Ska, Reggae hingga Rocksteady yang kini memang menjadi pilihannya bersama The Kawalumet. 

Pada bagian catatan profilnya, Aplek juga merupakan salah satu pendiri Peron Satoe di awal tahun 2000 sebelum akhirnya membentuk Soul Shaker.

Kini, memasuki triwulan awal 2021 The Kawalumet merilis single “Berjumpa Lagi”. Single besutannya bersama mendiang Malik dan Topoy, koleganya di Soul Shaker. Ya…single “Berjumpa Lagi” merupakan repacage dari lagu band Soul Shaker yang rilis pertama kali secara independent tahun 2005.

Perilisan ulang ini semacam jalan serius Aplek meniti jembatan menuju Single dan atau album The Kawalumet kedepannya.

Filosofi dari nama The Kawalumet diambil dari nama temulawak, nama yang dimaknai sebagai moment dikala bertemu dengan kawan – kawan selalu diisi dengan candaan dan tertawa bersama.

Dengan didukung penuh oleh studio 90 Cibubur, single “Berjumpa Lagi” meluncur dan menjadi penghormatan kepada sahabat member band Soul Shaker yang sudah mendahului. 

Lagu ini bercerita tentang persahabatan lintas wilayah dan budaya, memori ,pertemanan dan waktu.

“Berjumpa Lagi” rilis dalam bentuk digital di berbagai platform dengan tambahan video musik di Youtube.

Selamat atas rilisannya Plek…!!!

https://youtu.be/BuEi7MMalnc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *