Jalan Kelam Penaklukan Kegelapan Heaven In

Jalan Kelam Penaklukan Kegelapan Heaven In

Artikel Anggitane

| HujanMusik!, Bogor – Riak auman itu terdengar sedemikian chaotic-nya. Bergumpal-gumpal layaknya air bah yang menerjang perkampungan.

Tak diharapkan namun terus saja melibas kiri kanan tanpa jeda.

Perjalanannya membawa beban hardcore yang kental dengan aroma kelam.

Jika suatu waktu saya berharap ada liburan tenang, mendengar single anyar Heaven In yang bertajuk “Kelam” adalah sebuah kesalahan.

Ketenangan segera berganti ambisi penaklukan jalan kegelapan.

Seturut kabar, perihal beredarnya karya terbaru Heaven In, grup musik chaotic-hardcore asal Bogor.

Mereka baru saja merilis single berat paling anyar yang diberi judul “Kelam”.

Single yang kabar perilisannya diumbar di media sosial sejak 29 Januari 2021 lalu oleh Hujan! Rekords, label independen dari kota yang sama.

Heaven In memang bekerjasama dengan Hujan! Rekords untuk mendistribusikan “Kelam” ke dalam lingkaran luar yang lebih luas.

Musik keras yang mereka mainkan memang layak mengaum lebih jauh.

“Kelam” dirilis dalam bentuk digital dan bisa didengarkan di berbagai layanan streaming musik seperti Spotify, Joox, Apple Music, dan Deezer.

Single ini juga menjadi jembatan menuju perilisan split album dan mini album yang saat ini tengah mereka godok.

Penantian menjadi jalan panjang kesekian, pembuktian kolektif sekelas Heaven In yang membungkus karya mereka dalam bentuk album.

Untuk itu, atas nama konsistensi, Aditya Maulana Gumelar (Vokal), Arief Wijaya Kusuma (Bass), Indra Julianto (Gitar), dan Kevin Bukhari (Drum) memilih “Kelam” sebagai jalan pembuka.

Jembatan kokoh penghubung album bagi band yang banyak dipengaruhi oleh Botch, Converge, Integrity, Nails, dan All Pigs Must Die itu.

Keempat personil Heaven In bersepakat untuk berbicara tentang ungkapan perasaan pesimisme dan hilangnya tujuan di dalam hidup, sungguh kelam.

“Kelam” direkam sejak akhir tahun 2019 silam di Rocky Music Studio Bogor.

Proses ini kemudian tertunda oleh kemunculan pandemi Covid-19, dan baru rampung pada Juli 2020 di studio yang sama.

Secara kolektif mereka meracik karakteristik sound “Kelam” yang kuat.

Mengutip rilis yang dikeluarkan Hujan! Rekords, “Kelam” terdengar lebih berat dan abrasif dengan kelokan-kelokan progresi musik kencang dan tanpa basa-basi. Loud, short, and fast!

Uraian musiknya tak bergeser sejak mereka berdiri pada 2014, pun aneka karya dalam EP dan split dalam format kaset.

Mengutip riwayat pengamatan Stephanus Adjie, pemuka hardcore Sabotage yang kini membesarkan Down For Life, “Kelam” menyajikan sound yang lebih berat dan tebal dengan karakter vokal yang gahar.

Adjie menuliskannya sebagai anak haram Converge dan Nails yang kemudian dibesarkan di Bogor.

Saya pun sepakat. Raungan sound yang ditimbulkan layaknya terjebak dalam pertunjukan dengan crowd penuh sesak. Menggila dan barbar.

Untuk artwork “Kelam” dikerjakan oleh Ammonia dengan logotype yang didesain oleh Loudsonic.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *