Tutur Alur Rocksteady Kesendirian Aldy Down

Tutur Alur Rocksteady Kesendirian Aldy Down

Artikel Anggitane

| HujanMusik!, Jakarta – Jenuh sedang melambat. Menahan dan menghentikan segala penat yang melanda dengan aneka bumbu rencana yang gagal dibuktikan. Pandemi dengan segala ketidakpastiannya menggugurkan niat senda gurau yang makin hari makin rumit memahami. Hampir melempar handuk dan berganti profesi, sebelum kemudian disadarkan oleh keadaan untuk tak mudah menyerah. Toh nyatanya cuma butuh kesendirian untuk merenung dan memahami ulang. Dan jatuhlah pilihan untuk menikmati masa dengan rocksteady lokal, besutan seorang kolega, Aldy Down bertajuk “Alone”.

Single “Alone” saya temukan atas dasar persamaan, kadang segala sesuatunya bisa berjalan lebih baik justru setelah kita melupakan rencana. Penyanyinya saya kenal sebagai Aldilla Hermaya Ramadhan, sosok yang tekun berusaha dan berjuang menghidupi lingkaran karyanya. Selain sesama alumni panggung Taman Topi Bogor tentunya.

Sejatinya, “Alone” dirilis secara digital pada tahun 2017. Single yang nyaris membuat Aldy patah arang dan mengubur impian. Sampai kemudian kisah “Alone” ternyata tampil di Button Down Radio, radio independen berbasis di London, UK yang rutin memutar lagu-lagu Ska, Rocksteady, Northern Soul dan semacamnya. “Alone” juga yang kemudian membangkitkan Aldy untuk merilis lebih banyak karya.

Seketika semangat baru pun hadir. Situasi berubah. Percaya diri pun singgah. Kesendirian pun terobati dan hingga saat ini Aldy wira-wiri mengenalkan karyanya. Kecuali saat pandemi dan segala pembatasannya.

“Alone” adalah single yang kental dengan nuansa rocksteady. Salah satu barisan ragam jamaican sound yang banyak dimainkan era 1966-1998. Liriknya menjadi representasi kisah nyata sang penyanyi yang terus merasa sendiri menjalani hidup. Dimulai saat ia kecil dan tumbuh sebagai anak korban perceraian kedua orangtuanya. Sesi perjalanan hidup yang dimulai ketika ia harus memilih akan tinggal dengan siapa, lantas memutuskan untuk tinggal sendirian dan keluar dari zona nyaman.

Babak kehidupannya terekam dengan aneka perjuangan. Hidup menumpang dan berjuang dengan keripik pisang hingga kerja serabutan, demi memastikan lulus sekolah formal.
Lalu, demi mengatasi kesendirian Aldy menekuni hobi bernyanyi dan bermain musik, ia pun mulai mengembangkan bakatnya, belajar menciptakan sebuah karya berbentuk lagu dengan gitar kesayangannya.

“Alone” menjadi lagu yang terpilih untuk dirilis dari sekian banyak karya yang diciptakannya.
Direkam khusus secara sederhana di 90 Studio Cibubur dengan dukungan penuh John Dewa (Healthybody Sickmind) dan pemain saxophone Handi Karma.

“Ada pesan penting dalam membuat lagu ini, perihal bagaimana lagu bisa membantu bahkan menyelamatkan jiwa seseorang. Yang terpenting bukan lagu, nada, dan iramanya. Tapi bagaimana bagaimana kita dapat jujur akan tulisan yang kita buat dan berani mengungapkan, serta percaya, masih ada harapan. Dan kita tak sendirian,” tulisnya pada sebuah kesempatan.

Meski 3 tahun berlalu sejak perilisan awal, Aldy Down sedang peka-pekanya mengenalkan musiknya kepada khalayak. Sepatutnya didukung. Faktanya ia berlaku lebih baik dengan memunculkan karya, tak sekedar retorika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *