My Beloved Enemy dan Gempuran Gigs “Wasted By The Affliction”

My Beloved Enemy dan Gempuran Gigs “Wasted By The Affliction”

Artikel Anggitane

| HujanMusik!, Bogor – Siang itu, 20 Desember 2020, panggung Fairway Café Jl. Pandu Raya Bogor menampakkan sisi angkuhnya. Set drum dan aneka sound monitor memadati segala sudut ruangnya, bersiap untuk disentuh, dipermainkan dan mengeluarkan bebunyian distorsi keras. Hilir mudik kru panggung membuat suasana siang memantik hasrat berjibaku. Tentu saja dengan jarak dan protokol kesehatan yang berlaku global.

MC Anot sibuk mempermainkan mic dan menyapa siapa saja yang sudah tiba dengan sukarela. Mengeja dan memastikan semua yang hadir paham, bahwa siang itu hingga malam Launching single anyar My Beloved Enemy “Wasted by The Affliction” akan digelar.

Tajuk resmi hari itu memang “MBE GIGS Wasted by The Affliction” gelaran konser tatap muka yang mengusung semangat No Moshpit, No Energy.

Hentakan sejak pandemi COVID-19 menggempur, izin keramaian ditiadakan, ruang konser ditutup dan beralih dengan panggung virtual. MBE GIGS mencoba tetap berkibar dengan segala keterbatasannya. Bertahan menggelar acara dengan tetap menjaga protokol kesehatan dengan audience terbatas.

Lewat pukul dua siang, secara bergiliran Tarantula dan Fortior membuka dan memanaskan panggung. Menyusul kemudian Slytherin, Alaskan Minority, Tong Loba Coblak, Glams Glory dan Kraken. Lalu menggelinding bersama Mesias dan Burning Flame.

Nama-nama kolektif musik keras diatas memang line up pilihan dari berbagai kota seperti Bandung, Garut, Sukabumi dan Bogor yang memanaskan gelaran “MBE GIGS Wasted by The Affliction”.

Dalam terjemahan bebas, Wasted by The Affliction memiliki arti “Terbuang oleh Penderitaan”. Sebuah gambaran yang rasanya tepat untuk merekam kondisi sekarang. Rindu melepas kekang yang entah sampai kapan akan berkurang. Lantas, dengan kepingan tiket presale 35K dan 50Kon the spot menjadi jalan keberanian melepaskan kerinduan.

“Ditengah masa-masa suram ini semoga event “Wasted by The Affliction” yang diusung oleh MBE GIGS tetap dapat berjalan dengan sebagai mestinya, dengan tidak melupakan Protokol Kesehatan tentunya”, jelas Robby Kurnia, sosok penggerak MBE GIGS beberapa waktu lalu.

Selepas break petang, Pray For Last Night sibuk mengatasi gumpalan energy dan kembali memanaskan moshpit. Sekat panggung yang tak seberapa tinggi itu nyaris menutup jarak, untungnya penyelenggara tetap sigap mengarahkan protokol yang telah disepakati. Selepasnya, Close Me Closet membungkam keheningan sesaat menjadi riuh kembali.

Drummer Gilang Martin terlihat sibuk menyiapkan setting drumnya, menyusun ulang kenyamanan sebelum liar menggiring tempo bersama bass Wana Nur Fazrin. Keduanya merupakan pengatur tempo My Beloved Enemy, unit metalcore Bogor yang aktif sejak 12 Februari 2009. Memuluskan Akbar (gitar) dan Renggi Agustian (gitar) mengeksplorasi permainan gitarnya, dan puncaknya menerima komando Robby sang vokalis untuk berderak dan meracau liar bersama metalheads lainnya.

Malam menuju larut, My Beloved Enemy baru saja menuntaskan panggungnya. Namun pesta belum usai, ada Revenge The Fate yang sudah ditunggu penampilannya sejak sore.

Metalcore Bandung Revenge The Fate tampil menutup acara MBE Gigs. Foto : IG mbegigss

Tak banyak kata, Anggi, Gery, Mow & Zacky langsung menguasai panggung. Seluruh mata langsung tertuju, seolah tak rela meloloskan pandangan dari mereka. Barisan Colony yang menunggu seperti siap menanti titah aba-aba vokalis Anggi yang langsung membebat dengan buliran metalcore nan enerjik. Teriakannya seolah tak mau kalah mengimbangi gebukan drummer Zakky tanpa ampun. Sama halnya dengan gitaris Gery dan Mow yang terus memainkan jarinya tanpa jeda, kecuali saat lagu usai.

Begitulah, MBE GIGS terbilang cukup sukses saat itu. Sukses merilis single “Wasted by The Affliction” dan menjejali acara dengan berbagai line up unit cadas dari berbagai kota, salah satunya band fenomel asal kota Bandung, Revenge The Fate. Tidak lupa jagoan dari Bogor, My Beloved Enemy dan beberapa band kolega kawan yang akan menambah daya gempur.

Sukses dan sehat selalu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *