Mengurai Lilitan Stagnansi Siklus ala Faye Risakotta

Mengurai Lilitan Stagnansi Siklus ala Faye Risakotta

Artikel Sekar Puspitasari

|HujanMusik!, Jakarta – Saya membayangkan bagaimana jika kita hidup melawan siklus kehidupan seperti kisah dalam film Benjamin Button dimana ia dipaksa untuk menua terlebih dahulu dan menjadi bayi ketika sisa umurnya hampir habis. Bagaimana jika sebetulnya kita sendiri membiarkan diri tepat berada dalam stagnansi sebuah siklus itu dimana kita menjalankan segala hal terlalu rutin sampai akhirnya kita berada di sebuah titik dimana kita merasa menjadi seperti mesin yang tinggal ditekan tombolnya lalu melakukan kegiatan tertentu sesuai program. Seolah mesin, kita mulai kehilangan rasa padahal yang membuat manusia hidup adalah rasa. Kalau sudah begini, semua yang dilakukan hanya untuk menggugurkan kewajiban bukan pemenuhan kebutuhan apalagi merayakan kehidupan. Dan demi mengurai lilitan siklus yang tidak bergerak dan begitu menyesakkan dada, Faye Risakotta melepas semua bebannya ke udara dalam sebentuk lagu berjudul “Spinnin” di tanggal 16 Oktober 2020 lalu.

Berapa banyak orang yang benar-benar sadar sedang mengunyah ketika mereka makan, Atau benar-benar melangkah ketika mereka berjalan? Dan berapa banyak orang yang benar-benar sadar sedang bertukar energi positif ketika mereka berpelukan? Ada beberapa yang menyadarinya namun tidak banyak, karena kebanyakan dari mereka terperangkap dalam sebuah siklus sama yang kemudian mengubah mereka menjadi manusia mesin. Begitu pula bagi Faye Risakotta, seorang penyanyi dan penulis lagu asal Jakarta yang menuliskan lagunya dalam judul “Spinnin” ini. Ia becerita tentang perjalanannya dalam menghadapi tekanan di pikirannya yang disebabkan oleh diri sendiri sampai terjebak berulang-ulang di dalam siklus yang sama. Hingga akhirnya ia tulis segalanya dalam lagunya tersebut dalam balutan warna musik pop alternatif yang ringan dan catchy.

Lagu “Spinnin” ini termasuk cukup berbeda dibandingkan dengan single-single sebelumnya, dikarenakan baik dalam penulisan lagu maupun aransemen musik dikerjakan sendiri oleh Faye. Dan lagu ini pun merupakan single kelima dari Faye Risakotta dan untuk poses penulisannya pun bisa dibilang cukup lama karena sempat terhenti selama pandemi, namun akhirnya berhasil diselesaikan dalam nafas ringan nan misterius. Dipengaruhi oleh pop eksperimental dan R&B, ia meluncurkan single pertamanya pada tahun 2016 berjudul “If You See Me Cry”. Dan single terbaru Faye “Secrets” menandai albumnya yang akan datang yang dirilis pada tahun 2020.

Layaknya tarian kontemporer, hidup akan terus bergerak dalam pusaran ritmik gegap gempita menyambut alam yang terbuka menghadap ke atas untuk menerima curahan bintik-bintik kecil tangisan langit. Kendati kita tidak mungkin melawan siklus hidup seperti Benjamin Button, ada satu hal yang pasti dimana kita akan berada di tenggat waktu kehidupan. Oleh sebab itu pula kita harus percaya bahwa di setiap jarak interval alternasi denyut itu kita tengah digiring pada pemaknaan hidup yang sebenarnya. Dan demi hidup penuh dengan berbagai rasa, sarwa harus diliputi tiga konsep pemahaman Kayika, Wacika dan Manacika. Hingga ketika tiga persepsi itu menjadi poros dalam hidup maka segalanya pasti berputar dalam atma. Kemudian hidup yang tengah beringsut ini pun lantas akan mengikuti perputarannya, bergerak ke tujuan dan tidak terpaksa kehilangan maknanya. Karenanya kita perlu belajar kembali untuk merasa, menikmati setiap gerik, momen, dan perubahan. Dengan melambat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *