Kisah Superglad dan 10 Musisi dengan Niat Saling Bantu

Kisah Superglad dan 10 Musisi dengan Niat Saling Bantu

Artikel Anggitane

| HujanMusik!, Jakarta – Rasa-rasanya kita paham dan satu frekuensi untuk bilang 2020 adalah tahun yang penuh ujian dan cobaan. Siap tak siap harus dihadapi, mampu tak mampu harus dijalani. Tak ada pilihan untuk menghindar, kecuali mereka yang bergelimang saldo bank dan mengurung dirinya dalam biduk mewahnya. Itu pun tetap tak luput dari dampak yang ditimbulkan, semua terdampak Covid-19. Jangan merasa gagah jika kita masih perlu bersandar pada manusia lain, jangan berlagak jika pada titik kuncinya kita perlu menghadapi bersama-sama. Tentu saja, memilih restu Tuhan menjadi sesuatu yang perlu dilakukan. Begitulah saya memaknai “Satu” dari Superglad yang dirilis ulang bersama beberapa nama penyanyi muda Indonesia, 1 Desember 2020 lalu.

“Satu” adalah judul lagu yang membawa masa awal Superglad dikenal pada era MTV Indonesia. Lagu itu kembali diluncurkan menjadi “Satu in Collaboration” yang segala energi dan hasil penjualan akan didedikasikan kepada Rumah Harapan, sebuah lembaga nirlaba besutan Melanie Soeboeno.

AMPM Garage di Kebayoran Baru Jakarta petang itu sedikit riuh. Menuju malam, salah satu sudut tempatnya telah berubah menjadi panggung minimalis tanpa sekat. Terlihat gambar illustrasi seniman visual Arnis Muhammad menjadi latar.

Sudah ada Lukman ‘Buluks’ Laksmana, Agus ‘Giox’ Purnomo, Frid ‘Barce’ Akbar dan gitaris pendukung Aduy. Keempatnya dengan santai memainkan perangkat akustik dan membuka suasana intim dengan “Putar Kembali”, “Peri Kecil” hingga “Ketika Setan Berteman”. Sebelum akhirnya mengajak Prince Husein, Melanie Soebono, Rey Marshal dan Tuan Tigabelas menyanyikan “Satu” bersama-sama.

Awal Desember 2020 lalu, Superglad memang memberi kabar bahwa mereka telah merilis remake lagu “Satu” yang bertepatan hari AIDS sedunia. Momen berkesan yang semakin mendalam ketika diputar disaat pandemi belum juga usai menggerayangi. Selain vokal utama Buluks, “Satu in Collaboration” memperdengarkan suara Pamungkas, Marcello Tahitoe, Tuan Tigabelas, Marcell Siahaan, Oom Leo, Prince Husein, Danilla, Endah Widiastuti, Melanie Soeboeno, hingga Rey Marshall. Nama terakhir adalah musisi yang juga bertindak sebagai gitaris Kelompok Penerbang Roket.

“Idenya dari Yuri, kenapa kita tidak merilis ulang lagu “Satu”. Akhirnya kita coba, boleh juga idenya tuh. Akhirnya 10 musisi yang kita pilih ternyata mengatakan Iya. Jadi semua musisi setuju niat kita untuk merilis bersama, niatnya untuk charity,” terang Buluk saat jumpa pers virtual.

Pamungkas menjadi sosok musisi yang paling banyak pengaruhnya dalam perilisan ulang ini. Musisi muda berbakat itulah yang mengaransemen karakter vokal setiap musisi pendukung.

Puncaknya, menandai peluncuran “Satu in Collaboration” Superglad menggelar konser intim di AMPM Jakarta dengan maksud untuk kembali bersama dan saling bertaut menghadapi dampak. Kerabat, media dan rekanan lain terlihat hadir dan menebalkan keriuhan. Sementara fans yang telah membeli tiket menyaksikannya via zoom.

Saya adalah salah satu yang sering angkat topi pada sebuah upaya kecil untuk kemanusiaan dan kepentingan orang banyak. Utamanya mereka yang tak mau berdiam diri, berbuat sesuatu untuk menekan laju dan mengantisipasi dampak pandemi. Entah kapan usainya tak ada yang pernah tahu. Tapi paling tidak kita tahu, dengan bersama kita bisa, dengan ‘satu’ kita saling membantu.

Selamat Superglad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *