Jelajah Heavy Metal Penebar “Una In Perpetuum”

Jelajah Heavy Metal Penebar “Una In Perpetuum”

Artikel Anggitane

| HujanMusik!, Jakarta – Langit-langit sedang tak ramah, bergejolak menampakkan keresahan, memilin jalan yang mulai ditinggalkan senja. Menepi mengikis remang bersama tujuan yang kian kabur. Saya dan rombongan sedang meniti tanah Jawa, menjauh sejenak dari hiruk-pikuk megapolitan, menghindari jalur mainstream trans Jawa demi melihat tebing dan hutan perkampungan yang menenangkan batin. Sementara putaran distorsi gitar-bass dan hentakan drum terus menguar sepanjang malam dari set audio rover tua dalam kondisi AC yang nyala-redup. Suara parau Lukman Laksmana saya kenali membakar dengan “ Jangan Diam !!! Hantam !!!”, single provokatif yang ditulisnya untuk “UNA IN PERPETUUM”, album kedua Kausa dibawah label Eyewitness Records yang rilis 9 Oktober lalu.

Tanah Jawa dengan segenap misterinya bak penghantar makan, menikmati komposisi besutan Lukman Laksmana (gitar/vokal), Fafa (gitar), Ivan (drum) dan Danar (bass). Susunan pembakar yang menikam rasa takut dan segan. Seperti kawanan gagak hitam yang beranjak terbang meninggalkan kenyamanan sarang. Memberi tanda lain bahwa malam itu saya sedang tertikam misteri. Sebelum akhirnya menyadari bahwa mobil yang kami kendarai terdampar di perbukitan selatan Jawa. Tepat saat malam sedang gagah-gagahnya.

Lantas, kami memiliki tetap bergerak perlahan dan meneruskan menyimak getaran provokatif Kausa lain semacam “Corvus” dan “Strata Setara”. Dua single yang menjadi bagian dari 10 peluru pada album kedua Kausa. Penanda bahwa “UNA IN PERPETUUM” adalah sinyal kuat bahwa mereka tidak pernah puas dan tidak ingin terikat pada satu genre. 

Simak! di HujanMusik! : “Strata Setara” Radio Friendly Kausa yang tetap Marah-Marah

Begitulah Kausa yang saya kenal. Proses ekplorasi besar-besaran meraka lakukan dalam album ini demi menghasilkan kumpulan karya yang berbeda dengan album pertama mereka.

Saya sepakat bahwa pada album kedua ini mereka menyuguhkan musik yang lebih heavy dan jelajah lirik yang lebih berani.

Ditengah waktu sibuk mengusir ngeri, saya mencoba menyimak Intonasi vokal yang dipilih Luks, ya…disana terdengar cukup jauh berbeda dari karakternya di band manapun dia berada sebelum Kausa. Kesibukan menjadi tak berarti karena perhatian beralih pada komposisi yang makin tebal. Di album ini Luks seperti menemukan taman bermain baru untuk jelajah vokalnya namun tetap tidak meninggalkan karakter khasnya yaitu harmonisasi bernyanyi. 

Artwork album kedua Kausa

Termasuk urusan lirik tulisannya yang terasa lebih tajam menyentuh semua aspek dalam kehidupan.

Jalan berbatu mulai menunjukan akhir, roda rover kami mulai menemukan jalan sedikit halus dan keras. Nampaknya kami sudah kembali berada di jalan raya selatan. Jalur Deandles membangun poros penghubung jalan raya pos. 

Perjalanan semakin memenangkan bersama raungan gitar Fafa yang menderu-deru dan semakin metal. Untuk saya yang sedang menggemari postrock, suguhan ini semacam pengingat ulang bahwa komposisi Kausa semakin terbang menebar keragaman pemahaman rock. Melodi-melodi ringan di album pertama pelan-pelan ditinggalkan dan mulai menjamah nada-nada yang lebih berat, saling bersautan dengan suara gitar dari Luks.

Ketukan Drum Ivan dan bass Danar pada album ini juga menawarkan nada-nada baru yang tidak sama dengan album pertama. Ivan terdengar seperti telah melewati masa-masa eksplorasi dibanyak eksperimen. 10 track album “UNA IN PERPETUUM” menjadi bukti, ketukan-ketukan drum yang sebelumnya tidak dia mainkan di album pertama coba dia tumpahkan di album ini. Begitupun Danar sebagai penjaga tempo yang terus mencoba bersanding harmonis dengan ketukan-ketukan drum. Sungguh sebuah komunikasi yang menarik!

Bagi saya, album kedua Kausa itu semacam gula satir yang menguak tabir. 10 track di dalamnya terdengar kasar, namun sejatinya bercerita tentang sisi-sisi kehidupan, ketidakadilan, bencana, perbudakan ,kehidupan dan optimisme. 

Album yang memberikan jawaban setelah sebelumnya merilis teaser single dari album ini yang berjudul “Strata Setara”. Pilihan sinyal tanda bahaya akan hadirnya album full kedua mereka. 

Lagi-lagi saya harus mengamini, bahwa secara garis besar sepertinya semua personil mencoba sesuatu yang baru. Lebih menyenangkan dan bisa membuat keterikatan antar mereka lebih kuat sebagai satu kesatuan selamanya, sebagaimana judul albumnya “UNA IN PERPETUUM”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *