Hujan Rindu Arah Pulang ke Pamulang

Hujan Rindu Arah Pulang ke Pamulang

Artikel Anggitane

| HujanMusik!, Tangerang Selatan – Jejak pulang itu melayang di jalan layang. Menabur resah dan sesekali memunculkan kegembiraan. Berjejalan berebut yang pertama menemui peraduan, berkicau sejak di halaman, bercengkrama di ruang tengah hingga termenung di taman belakang. Saya akan memilih peran sebagai teman jalan pulang. Persis saat bersamaan dihantam gembira berkali-kali. Menemui karya Endah N Rhesa tentang “Pulang ke Pamulang” yang telah rilis sejak 5 Oktober 2020 silam. Jejak lewat 3 bulan yang tetap saya suka.

Cerita Pamulang memiliki energi yang sama dengan Bogor – Sleman yang acap saya susuri. Bagaimana pulang menjadi cerita indah, memaknai hikmah dari pandemi yang berjalan hampir sepanjang tahun dengan kembali ‘pulang’. Mendoakan yang terbaik untuk orang-orang yang disayang, mengingat kembali keindahan dan hal-hal yang dirindukan dari tempat yang berarti bagi kehidupan.

“Pulang ke Pamulang” menjadi cara Endah N Rhesa mengaduk-aduk rasa dalam hati. Bendungan kerinduan sekuat tenaga saya tahan. Kini terpaksa hanya bisa menerawang, seiring kesadaran membatasi kunjungan demi kebaikan orang-orang yang disayang.

Endah N Rhesa selalu punya cara untuk bertutur dengan alur. Bagaimana mereka dengan tutur alur sederhana mampu membungkus ‘Pamulang’ menjadi kata yang bermakna, mendalam bahkan. Sedikit cerita tentang Pamulang yang ada pada lagu ini, adalah sebuah wilayah kecamatan yang terletak di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Pamulang merupakan wilayah suburban yang terletak di bagian selatan Jakarta di mana banyak dari penduduknya bekerja di Jakarta, Tangerang, dan Bogor.

“Selalu beri arti pulang. Kawanku t’lah tumbuh seribu. Doaku akan selalu pulang ke Pamulang”, demikian potongan lirik lagu “Pulang ke Pamulang”.

“Memaknai lagu ‘Pulang ke Pamulang’ maknanya bukan semata-mata tentang tempatnya atau lokasinya, tetapi doa yang dikirimkan untuk Pamulang. Ya, doanya yang sampai ke sana. Ini pun lokasinya mungkin bisa dimana-mana, hanya yang utama adalah doa yang kita kirimkan ke tempat atau orang-orang yang kita sayangi.”, ujar Rhesa, tulis Rhesa yang diterima HujanMusik!

“Ada rasa haru saat menggarap lagu ini. Mungkin kami masih beruntung bisa pulang ke rumah, sedangkan di sisi lain ada orang-orang yang mau pulang saja susah. Di situasi begini saat berbagai usaha telah dilakukan sepertinya doa memang dirasa paling tepat untuk bisa menenteramkan batin”, ujar Endah.

Menemukan lagu “Pulang ke Pamulang” di layanan streaming digital seolah hendak memastikan bahwa doa untuk ruang rindu saja sudah cukup. Menderai dengan ditemani lagu yang diaransemen dan disajikan untuk menenangkan dan menghibur hati di tengah riuh rendah pandemi dan berita kerumunan yang penuh kontroversi.

Endah N Rhesa adalah pasangan suami-istri yang bermusik dengan formasi duo (vokal, gitar, bass) yang sudah berkarir di dunia musik sejak tahun 2004. Mereka sudah menghasilkan 5 album, beberapa EP, dan banyak single yang diproduksi sendiri maupun kolaborasi.

“Pulang ke Pamulang” merupakan karya terbaru sebelum kita akan dikejutkan dengan berbagai karya bagus lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *