Heavy Rock Peramu Soal Hegemoni dalam Reformasi Dikorupsi

Heavy Rock Peramu Soal Hegemoni dalam Reformasi Dikorupsi

Artikel Anggitane

| HujanMusik!, Bogor – Laju melaju menembus pekat, mengantarkan saya untuk memahami heavy rock yang tak pernah menemui senjakala. Ditunjukkan dengan video dalam durasi 3 menit 22 detik yang kental nuansa hitam putih, dibawakan sang penyanyi dengan iringan teaterikal. Seturut keyakinan saya bahwa tak ada kata tanpa makna. Biarpun pengulangan, jika dibangun dengan niat dan usaha maksimal tentu berujung jawab yang memberi kita pelajaran. Sejak negeri ini mengenal demokrasi, hegemoni dan kuasa bicara tak henti-hentinya bertumbukan. Rasanya perlu berterima kasih kepada mereka yang setia teriak lantang. Apapun cara dan metode yang digunakan. Seperti penggalan lirik lagu yang dirilis oleh Peramu dengan tajuk “Reformasi Dikorupsi”.

“Sadarlah, disana kau tak akan lama. Hentikan, segala perusakan di dunia. Janganlah, membodohi atas nama negara!”

Penggalan yang mengingatkan saya pasa peristiwa banyaknya suara-suara penolakan atas ketidakadilan yang menggema antara 2019 – 2020 itu. Bahkan, hingga saat nanti menembus 2021 tagline ini terasa masih relevan. Tak salah jika kemudian Deden Pramudiana menjadikannya referensi penulisan lirik lagu “Reformasi Dikorupsi”. 

Slogan ‘Reformasi Dikorupsi’ menjadi tagline yang terus menggema. Selama tuntutan reformasi yang seharusnya gempita dengan semangat reformasi berjalan dengan semestinya. Selama reformasi tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, bahkan menuai kekecewaan. Suara “Reformasi Dikorupsi” layak untuk terus dilantangkan. Banyaknya demonstrasi yang datang dari banyak kalangan, seperti mahasiswa, buruh, dan para aktivis adalah sebuah tanda. Bahwa mereka tak pernah lelah menuntut dan mengawasi warisan zaman sejak 1998 itu. 

Bisa jadi, dengan tanda yang sama, musisi Deden Pramudiana memilih nama Peramu dan membuat lagu ini dengan harapan mampu menggairahkan semangat para pendengar bahwa perjuangan belum usai.

Peramu adalah project musik solo bengenre heavy rock yang berasal dari Bogor. Inisiator utamanya adalah Deden Pramudiana sebagai vokalis, dan Amba (personil dari Ambarila) sebagai music director pada 20 November 2019. Single “Reformasi Dikorupsi” adalah buah kolaborasi Peramu dengan sekumpulan musisi lain satu kota, Peramu dibantu oleh beberapa musisi asal Bogor, yaitu Ipey (Personil 19duapuluh) untuk aransemen sekaligus pengisi gitar, Helvi (Antartick Band) pengisi bass, Lukman pengisi keyboard, dan Robby Catur pengisi drum. Peramu juga menggandeng Ruang Imaginakal untuk memproduksi single ini sekaligus sebagai recording label.

Lagu yang ditulis oleh Deden Pramudiana dengan dukungan aransemen oleh Rifan “Ipey” Alviansyah. Proses penggarapannya sendiri sudah cukup lama, diproduksi sejak sebelum Pandemic Covid-19. Lantas akhir tahun 2020 menjadi momentum bagi Peramu untuk merilis single pertamanya ini, juga sebagai pengingat sekaligus refleksi atas peristiwa yang pernah terjadi di tahun 2019 sampai tahun 2020. 

Kini, single “Reformasi Dikorupsi” sudah bisa disimak versi video musiknya di kanal Youtube Ruang Imaginakal. Keseluruhan proses penggarapan audio dibuat dan direkam di studio Ruang Imaginakal, untuk Mixing & Mastering dikerjakan Bime – Fakehero Record. 

Sementara dukungan visual dikerjakan videographer Rendra Danang S dan aktor teater Suryana Ramadhan.

Selamat menyimak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *