“Boyish” Sebagai Representasi Seorang Noni

“Boyish” Sebagai Representasi Seorang Noni

Artikel : Sekar Puspitasari

| HujanMusik!, Jakarta – Saat ini, waktu seperti sedang melebarkan dirinya dalam sekat-sekat kehidupan di setiap manusia. Dalam waktu tertentu segalanya terasa begitu sempit hingga mengubah tatanan kosmik dalam diri. Padahal kita tahu bahwa waktu dalam hitungan teknis matematis kadang-kadang mengkhianati dirinya sendiri bergantung pada gagasan kesadaran persepsi kita terhadapnya. Terkadang waktu pula yang mengkhianati jarak, namun waktu pun bisa menjadi sahabat baik yang memaparkan pada kita tentang makna dari setiap potongan kehidupan seperti kapan kita siap menerima hal-hal baru, untuk melangkah lagi dan kapan kita siap untuk menerima kenyataan. Dari sekat-sekat dinding analitas perubahan angka usia kita tahu bahwa manusia berubah dan waktu berlalu. Namun dari setiap perubahan itu kita tahu bahwa ada hal yang akan statis ada dalam diri, yaitu kedirian yang terjejak di bumi. Kedirian kita lah yang akan terus mengada sebagai sepotong inti agar setiap orang mampu mengenali siapa kita. Berawal dari itu pula, Amaranggani atau lebih akrab dengan Noni melantingkan singlenya yang berjudul “Boyish”.

“Am I being too reckless?
Too bold?
Or too boyish?”

Penggalan lirik lagu “Boyish” ini mengingatkan saya soal pertentangan dalam diri dimana rasanya begitu melelahkan ketika kita berusaha melakukan hal yang tidak bisa kita lakukan. Seperti memaksa diri melakukan hal-hal diluar kebiasaan. Begitulah yang coba dituangkan oleh Noni dimana ia mengungkap cerita pribadinya dalam gita nada bernafaskan R&B dan musik pop sebagai bentuk ungkapan rasa jengkel ketika banyak yang menyalah-pahami identitas dirinya yang dianggap ‘boyish’ bagi sebagian orang. “Aku ingin orang-orang, terutama para perempuan yang mungkin berpakaian seperti laki-laki itu gak ada salahnya sama sekali. Kalau itu memang identitas kalian, yaudah itu adalah kalian dan tidak ada yang bisa mengatakan tidak – Jangan memedulikan apa yang orang lain pikir itu terbaik. Lakukan apa yang kalian mau.” ungkap Noni mengenai pesan dibalik lagu ini.

Dalam penggarapan musik untuk single “Boyish”, Noni dibantu oleh CVX sebagai produser. Bukan hanya untuk single ini, CVX juga dipastikan akan menjadi produser untuk EP pertamanya. Pria dengan nama asli Ikki Witjaksono ini juga memproduseri single “I Don’t Know You” milik Noni yang dirilis bulan April lalu. Untuk lagu ini pula, ia mengambil banyak inspirasi dari musisi luar seperti Amy Winehouse sampai musisi asal Korea Selatan bernama Yerin Baek dan HEIZE yang kemudian memengaruhi proses pembuatan EP perdana secara keseluruhan. Lagu “Boyish” pun sudah bisa didengarkan mulai dari 9 Oktober 2020 di berbagai layanan streaming digital seperti Spotify, Apple Music, JOOX, YouTube, dan lainnya.

Tidak selamanya kita akan terus bahagia dan baik-baik saja karena waktu membelai kita dalam genggamannya yang relatif namun pasti. Tidak selamanya pula kita bisa terus bergantung pada segala hal yang berada diluar kendali kita karena pada akhirnya kita akan kecewa. Ada waktunya kita akan mengalami keterpisahan dari diri hingga menyisakan rindu yang asing, menguapkan udara di kaca jendela untuk menuliskan kedirian kita sementara disana deras hujan begitu menyiksa.
Dan disaat itu pula kita akan menua namun yang tetap ada adalah apa dan siapa kita di semesta. Hingga nanti kita hanya akan bisa mengenangnya tanpa rasa sesal. Karenanya tetaplah jatuh cinta pada dirimu sendiri dan lihatlah ke kedalaman dirimu kemudian percayalah : “You are perfect just the way you are!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *