Gemuruh Rock Depok The Foolish

Gemuruh Rock Depok The Foolish

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Depok – Notasi rock itu terus saja meraung, menitip pesan kebebasan yang didalamnya banyak tercantum keresahan. Saya seperti menemukan energi berontak setelah kungkungan sistem yang mendera. Harus teriak setelah sekian lama puasa bersuara. Perjumpaan air terjun curam selepas aliran tenang. Gemuruh musik rock hingga lirik yang dinyanyikan setengah teriak, menjadi sajian penuh menikmati “Bigot”, mini album kolektif rock asal Depok, The Foolish.

Gemuruh pergumulan yang membuktikan bahwa para pengusungnya tampak akrab dengan Rock semacam Hard Rock – Blues Rock – Garage Rock – Acid Rock hingga Psychedelic Rock. Lantas berdikari dengan menolak mengingkari bahwa kiblat mereka tetaplah Rock ‘n’ Roll seperti Led Zeppelin, Black Sabbath, Rush dan lainnya. Mereka terdiri dari tiga sekawan sejak 2015 atas nama Ringgo Ilham (drum) Zhaki Siddiq (bass/vokal) dan Ravie Mulia (gitar).

Saya tak mengetahui secara persis bagaimana muasal mereka hingga bertumpu menjadi The Foolish seperti sekarang ini. Namun jejak musiknya dengan mengeluarkan Mini Album ditahun 2020 berjudul “Bigot” menjadi catatan menarik.

Simak! di HujanMusik! : “Genderang Rock Perdana Loose Ends”

“Bigot” seperti menyitir catatan kehidupan sosial dan aneka kritiknya terhadap sebuah isu. Dalam narasi yang ditulis pihak band, mereka menandai ini berangkat dari keresahan masing-masing personil tentang sikap kefanatikan terhadap sesuatu. Fanatik yang justru membuat tampilannya kurang estetik dalam berkehidupan. Banyak diantara manusia acapkali mengabaikan nurani, hingga lupa indahnya harmonisasi antar sesama. Tak bermaksud congkak atas nama kebenaran, namun pembuktian bahwa selain menjadi bentuk karya seni di bidang musik, “Bigot” beroperasi sebagai ‘pedoman hidup’ bagi para personilnya.

The Foolish merupakan terjemahan kata ‘bodoh’, bisa saja diartikan sebagai seseorang yang selalu merasa dirinya bodoh, lalu termotivasi untuk terus belajar dan menambah wawasan lebih banyak lagi. Melahap berbagai pengetahuan dalam segi apapun.

“Mending gitu sih dari pada yang sok pinter tapi nol. Kita mencoba bermusik dengan kebodohan kita agar termotivasi untuk terus belajar dan menggali wawasan yang lebih dalam lagi,” tulis The Foolish dalam rilisnya kepada HujanMusik!.

Mini Album “Bigot” berisi 5 lagu, “Degradasi Moral”, “Ranah Ilusi”, “Air Mata Pena”, “Radiasi Rock ‘N’ Roll” dan “I’m Not a Slave”. Kelimanya sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik seperti Spotify, iTunes, Deezer, YoutubeMusic, Apple Music, dan lainnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *