Denting Lirik Syauqi Tentang Cinta

Denting Lirik Syauqi Tentang Cinta

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Bogor – Petang itu masih membersamai. Ia yang membasuh pekan yang bergulung-gulung dan embilas deburan aktivitas yang menekan logika. Saya tengah terduduk, menikmati sajian kopi yang tak lagi utuh, hanya menyisakan bibir cangkir yang kusam. Sementara “Lagu Cinta” berputar sampai batas akhir. Ya…denting lirik Syauqi tentang cinta sepertinya tengah menghibur diantara gumpalan tenaga sisa petang itu.

Saya memang tengah menyimak penyanyi muda itu bersenandung. Setelah sukses melepas single perdananya, April 2020 lalu. Musisi muda usia asal Bogor, Syauqi Hafidz merilis single kedua berjudul “Lagu Cinta”. Single baru yang saya amati seperti pembuktian kesekian kali talenta Syauqi. Ia yang tumbuh dari seorang pianis muda menjadi pianis sekaligus penyanyi solo berkarakter.

Syauqi menekuni dunia musik sejak masa muda. Modal besar yang cukup untuk terjun lebih serius dalam dunia yang dicintainya itu. Sepanjang ia konsisten, “Lagu Cinta” bisa menjadi tonggak kemunculannya sebagai penyanyi solo. Terdengar bagaimana “Lagu Cinta” dibawakannya dengan penuh penghayatan. Single ini menjadi tolak ukur kematangan vokal Syauqi yang semakin mumpuni. Sosok remaja yang semakin percaya diri membawakan lagu – lagunya yang bertema keseharian.

Simak! di HujanMusik! : ““Subhanallah”, Satu Single Religi dari Pianis Syauqi Hafidz”

Membawakan “Lagu Cinta” menjadi pengalaman berharga seorang Syauqi. Liriknya yang mendalam dengan aransemen pop memikat dan elegan. Liriknya seperti merepresentasikan jiwa mudanya yang berbunga-bunga. Masa – masa ia semakin memahami cinta, baik untuk dirinya maupun seseorang yang ditujunya.

“Bagiku, cinta itu timbal balik yang saling menguntungkan,” ungkap Syauqi.

“Lagu Cinta” yang diciptakan musisi seniorAching Nur itu memang memiliki pesan yang cukup universal. Tentang harapan dan keinginan agar sang kekasih tetap sabar menjalani hubungan. Menceritakan kisah pasangan yang menjalin hubungan jarak jauh. Sebuah lagu yang sarat pesan kerinduan. Siapa saja bisa mengalaminya.

Ah…anak muda itu sudah benar-benar tumbuh dalam terpaan semangat yang baik. Minat yang tinggi soal instrumen piano, lantas mendorong Syauqi terus mengasah kemampuan piano klasik-nya di salah satu sekolah musik di Jakarta. Tak heran pada usia 13 tahun ia sudah memiliki keberanian menggelar resital solo piano di Bogor. Hingga kini sudah 3 kali resital solo piano disuguhkannya, itupun diluar berbagai undangan tampil lainnya.

Saya yang pernah menyaksikannya menggelar pertunjukan Resital Solo Piano “Terima kasih Guru” dalam rangka Hari Guru (25 November 2017), Resital Solo Piano “Melodi Untuk Bumi” dalam rangka hari Bumi (21 April 2018) dan Romantic Dinner With Beautiful Music Piano dalam rangka Hari Ibu (22 Desember 2018). Mendadak seperti ditunjukkan sebuah proses berkesenian yang mandiri. Bukan yang muncul dari ajang pencarian bakat yang kadang usia populernya tak terlalu bergema.

Perkenalannya dengan Aching Nur menjadi titik tolak Syauqi untuk unjuk kebolehan dunia tarik suara. Kelincahan jari yang sama kuatnya dengan karakter vokal Syauqi, ditemukan musisi senior itu saat menjajal single perdananya, “Subhanallah”, April 2020 lalu. “Lagunya sebenarnya membuktikan bahwa karakter vokal Syauqi telah terbentuk. Dari yang dulunya pianis, kini sudah siap sekaligus menjadi solois,” beber Aching Nur.

“Lagu Cinta” direkam di Black Rose Studio Bogor dengan arranger Aching Nur sendiri. Musiknya yang elegan dibuat dengan melibatkan musisi Bagas Tones (Gitar), Ian (Bass) dan Fajar (Drum). Iringan piano dimainkan sendiri oleh Syauqi dan backing vocal diisi oleh Hepie.

Single “Lagu Cinta” telah rilis dan bisa didengar di berbagai platform musik digital seperti Youtube, Spotify, Apple Music, Deezer, Joox dan lainnya.

 

 

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *