Kejujuran dan Kesempurnaan itu Milik Sachiko

Kejujuran dan Kesempurnaan itu Milik Sachiko

Artikel : Rizza Hujan

[HujanMusik!], Jakarta – Saya selalu menjadi penggemar musik pop kontemporer walau tidak bisa menerjemahkan dengan baik makna sebenarnya dari istilah tersebut dan tidak paham apa yang membuatnya disebut pop kontemporer. Malah tidak jarang saya salah mengartikan sebuah komposisi musik berbau etnik sebagai pop kontemporer. Kemudian tiba-tiba nama Sachiko yang mengklaim dirinya sebagai musisi pop kontemporer dan R&B menyeruak dengan merilis debut single “Honest” medio April 2020 lalu. Hanya saja, “Honest” bercita rasa R&B dan lagi-lagi saya dibuat bingung dengan cara membedakan pop dan R&B. To be honest, I’m neither a good listener nor a professional writer.

Mendengarkan Sachiko menyanyikan “Honest” membawa saya pada satu de javu ke waktu antah berantah karena saya tidak bisa mengingatnya. Di telinga saya, suaranya terdengar merdu dengan pelafalan bahasa inggris yang sempurna. Mungkin karena teramat bagus saya jadi terbuai kemudian melayang kembali ke waktu sekarang, melupakan de javu itu.

Sachiko Saina merupakan penyanyi sekaligus penulis lagu dan juga produser Indonesia yang memulai karir musiknya sejak ia masih belia melalui alat musik piano dan perlahan-lahan memperdalam ilmunya dalam menyanyi, menulis lagu, dan juga memproduksi lagu secara mandiri.
Sachiko menggabungkan beberapa genre ke dalam musik yang ia buat dengan mengkombinasikan beberapa elemen suara menjadi satu kesatuan. Musik yang menginspirasinya berasal dari berbagai macam genre mulai dari Pop, Jazz, dan R&B / Neo-soul serta berbagai penyanyi seperti Jhene Aiko, Snoh Aalegra, Moonchild, dan Sabrina Claudio. Single pertama yang bertajuk “Honest” ini dikerjakan bersama Andrew Joscha sebagai co-produser. Karya tersebut jadi gerbang Sachiko untuk merintis karir musiknya di masa depan.

Simak! di HujanMusik! : “Pesan-Pesan Latinka dalam “Sempurna Untuk Ada””

“Honest” terinspirasi dari pengalaman untuk menjadi satu dengan kekurangan yang ada dan mencari keberanian untuk menunjukkan emosi dan perasaan yang ada di dalam diri sendiri. Selain itu, single ini juga terinspirasi dari pengalaman ketika membuka diri kepada orang baru dan juga hubungan baru. Dari hal tersebut Sachiko berhasrat memberikan pengalaman yang terhubung dengan pendengarnya.

Single debut Sachiko adalah sebuah lagu rekaman yang diharapkan memberi nafas baru untuk pasar musik Indonesia. Lagu ini disebut akan memberikan ide kepada pendengar untuk menemukan keberanian dalam mempelajari emosi dan kerentanan yang berasal dari dalam diri sendiri, dan hal tersebut merupakan hal yang sangat umum dan dapat dengan mudah dimengerti oleh pendengar.

Sachiko rupanya sangat tergerak untuk menciptakan lagu yang menyuarakan isi hati. Kadangkala, orang-orang merasa susah dan berat untuk membicarakan hal-hal terkait dengan emosi dan perasaan, begitupun Sachiko. Menurutnya, lagu ini akan memberikan hiburan yang menenangkan serta akan relate dengan kondisi para pendengar.

Mendengar nama Sachiko membuat saya berpikir dia warga negara Indonesia keturunan Jepang dan mungkin saja begitu. Yang pasti dia adalah orang Indonesia asli yang pernah mengenyam pendidikan di negeri Sakura. Sachiko seringkali tampil dan ikut serta dalam acara musik lokal di Beppu, Jepang. Selama masa perkuliahan aktif, ia tidak jarang turut berpartisipasi dalam acara-acara kebudayaan dan tampil sebagai penyanyi.

Saya yang sama sekali tidak kekinian meramalkan Sachiko akan segera menghimpun pendengar secara luas. Dua faktor yang jadi indikasi adalah; musik yang ditawarkan Saiko sangat up to date dan mungkin ini jadi alasan dia menyebut dirinya musisi yang fokus pada genre pop kontemporer. Dan rasanya Sachiko ini adalah seorang perfeksionis yang mustahil membuat karya biasa. Faktor lainnya, suara perempuan ini sungguh indah, lembut layaknya angin yang bertiup halus menerpa wajah, menenangkan. Mendengarkannya seperti tengah berdiri di hadapan sebuah pemandangan indah bersama seseorang yang istimewa berada disamping. Merdu, cantik, kekinian, kreatif. Kanpeki.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *