Senandung Retorika REDWINE

Senandung Retorika REDWINE

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Surabaya – Kelam, ketika kata-kata tak lagi bermakna. Seperti suram yang menghantui dengan segala kengerian. Gulita terasa seketika ketika suara-suara kita abai untuk didengarkan. Jika demikian, maka tak berlebihan jika sebenarnya kita tengah dibenamkan oleh belantara retorika. Bahkan logika sederhana pun menjadi rumit. Seperti senandung Redwine yang bertutur seputar belantara logika yang dimaksud.

“Retorika” adalah single terbaru dari group band asal Surabaya, REDWINE. Sebuah single pelepasan yang pertama setelah mereka diterima khalayak dengan album pertamanya tahun 2018 lalu. “Retorika” bergumul dengan alunan khas instrumen REDWINE, sebuah lagu yang menceritakan tentang sebuah pengingat akan harapan, mengusung sebuah keyakinan tentang apa yang ada di dalam diri manusia dan menjelaskannya bahwa setiap asa punya ruang rencananya masing-masing.

Sayup suara gitar Johannes Febrianto Elyas dan Riki Pradata seperti menjauh, terbenam diantara sound keyboard Andrea Peatric Hatane yang menghanyut bersama drum Yordan Elsson Detise, bass Yosan Lunifianto Chaesa Aponno dan trumpet Tritama Abriandy Grahita. Saya sedang menyimak REDWINE yang sedang menghantarkan “Retorika” dengan caranya yang santun. Senandung Mohammad Syarifudin Abdillah sang vokalis meruntuhkan ikon diksi retorika yang tak harus dibawakan dengan keras.

Simak! di HujanMusik! : “Analogi dengan Paradigma Musik Redwine”

Seperti pernyataan penyampaian pesan tak perlu takut untuk bergerak dalam rangka mencapai apa yang sudah menjadi asa dan cita. Karena setiap manusia punya kesempatan yang sama, jatah waktu yang sama, hak untuk bahagia yang sama. Pesan kuat dan pengingat jika setiap manusia itu sejatinya mempesona dengan segala keistimewaannya.

“Retorika” tercipta dengan latar belakang kisah manusia yang tak luput dari setiap masalah. Bagaimana setiap masalah yang ada di dalam setiap diri manusia adalah rangkaian proses menuju jati diri. Disana ada rasa takut, rasa hilang kepercayaan diri, letih, hingga kesan perbandingan baik-buruk oleh manusia satu dengan manusia yang lain.

Latar belakang yang juga merupakan cerminan dari apa yang di alami para personil REDWINE itu sendiri. Dalam lagu ini REDWINE bersepakat untuk setuju, bahwa tidak ada manusia yang sempurna, tetapi manusia selalu terlahir istimewa untuk menjadi apa yang di kehendaki oleh masing masing diri sendiri.

“Retorika” meneruskan jejak karya REDWINE setelah pada 1 Oktober 2018 lalu mereka sukses merilis “Paradigma” yang diputar secara serentak di 36 radio kampus se-Indonesia.

Berlanjut dengan perilisan album “Analogi” berisi 9 track yang mengisahkan keseluruhan lagu sebagai satu rangkaian cerita yang berkaitan.

Kini “Retorika” telah mengudara sejak Juni 2020 lalu dalam berbagai platform music digital. Dengarkan senandungnya, nikmati retorika yang digulirkan.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *