Gendam Semangat HLMN

Gendam Semangat HLMN

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Bogor – Malam tengah bergulung, menyesap, memperkuat hawa yang memang pantas dikalahkan. Menanggung beban ditengah intaian pandemi dengan segala bunga-bunganya. Malam itu, pada sebuah arah punggung bukit di Desa Pancawati, Kabupaten Bogor, nafas-nafas individu itu seperti tengah beradaptasi. Menolak tertikam dan tetap bergerak menemukan lajunya. Launching party “Menolak Padam” tetap membawa gendam semangat HLMN, 16 September 2020 lalu.

Sebuah helaran penting yang sempat tertunda beberapa kali. Simbol jatidiri bahwa karya memang harus diperlakukan dengan istimewa.

HLMN launching party yang bertajuk “Menolak Padam” memilih tempat di Pondok Kapilih Pancawati di Kabupaten Bogor. Latar belakang pemandangan Gunung Halimun-Salak malam menjadi penguat identitas dari mana mereka berasal. Digelar dengan melibatkan kerabat, tetangga dan kolega sepenanggungan. Persiapan yang kurang dari dua minggu tak menghalangi untuk terhenti. Segalanya berjalan dengan lancar dan intim. Silaturahmi dan energi positif berpadu dengan suasana alami yang menjadi kesan kolega yang datang.

HLMN merasa perlu menyebut support komunitas DCDC Shout Out, dibantu oleh rekan tim IMAH LUHUR dan dekorasi tata panggung oleh Suryana “Ncung” Ramadhan.

Malam menunjukkan pukul 19.30, keluarga, kawan dan teman-teman musisi mulai berdatangan dengan membawa keriangan. Pembawa acara Depp tengah beraksi dengan microphone. Tak berselang lama Square Planet memanaskan panggung perjumpaan dengan Pop Punk penuh energi. Band asal caringin ini merupakan kawan sekumpulan HLMN.

Simak! di HujanMusik! : ““Menolak Padam”, Narasi Perlawanan HLMN pada Keterbatasan”

Setelahnya, pada sambutan band yang kedua, Santoso melaju sebagai penampil rock tensi tinggi. Mereka tampil sangat menghibur dan membuat panas panggung diantara angin malam yang menyelimuti.

Pintasan ketiga lalu menggerung bersama ska punk veteran, Bombomcar. Band lintas Bogor-Jakarta dan Bekasi ini memang selalu memberi kesan setiap penampilannya.

Tak lama, The Bokong menaiki panggung dengan cita rasa rock blues yang cukup kental. Menghujam dan menenggelamkan malam yang kian mengental. Sebelum akhirnya Oncom Hideung muncul dan membawa malam yang larut dengan ragam balada karyanya. Malam itu Oncom Hideung membuat para audience tak kuasa untuk berjoget ria.

Sambungan penampil berikutnya jatuh pada Knife yang mengeluarkan distorsi dan teriakan. Membuat suasana malam makin mencekam dengan distorsi dan teriakan. Lalu,
walau suhu semakin menurun, panggung tak ambil waktu lama untuk membuat moshpit kembali bergerak. Kali ini ada Superiots yang tak mau ketinggalan dan berhasil ambil bagian dalam acara Launching Party HLMN ini.

Puncaknya, HLMN tampil apa adanya tanpa tipu daya. Jovi, Calvar dan Angga membuka perhelatannya dengan Lagu baru yang judulnya masih dirahasiakan. Lagu yang justru ada diluar album menolak padam. Untuk selanjutnya menekan dengan lagu kedua “Tak Terhingga” tanpa jeda dengan “Kebahagiaan Nyata” yang dibantu pemain gitar pertama mereka sewaktu bernama Heroes of Over, Dogol.

Nafas sedikit mereda vokalis Calvar dengan penguasaan mic-nya mengucapkan syukur dan terima kasih kepada semua yang menghadiri acara ini. Sebelum meneruskan membawakan “Escape” dan “Penuh Luka”. Lagu yang entah kenapa selalu memberikan rasa ketika memainkannya. Setelah itu Calvar dan Angga melakukan beberapa obrolan dan orasi yang bisa didengarkan lagu “Lawan”. Lagu yang didalamnya sarat suara perlawanan terhadap apa yang dilihat ataupun yang dirasakan.

Lagu selanjutnya HLMN melibatkan kembali seorang seniman multitalenta, Suryana ‘Ncung’ Ramadhan dalam kolaborasi alat musik Didgeridoo dan karinding dalam Lagu “Hijau”. Seketika suasana langsung beraura sunda dengan balutan hentakan distorsi.

Sebagai penutup, “Api” diluncurkan sebagai salah satu lagu andalan HLMN dalam album “Menolak Padam”.

Malam itu, keriaan dan intim bersama kawan-kawan sangatlah membekas. Suasana yang tak akan terlupa, pun sepanjang umur hidup HLMN dan kolega.

Selamat HLMN

Ditulis berdasarkan penuturan Jovi, penggiat Imah Luhur dan pemain drum HLMN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *