Refun, Pesan Kegembiraan Bread Essence

Refun, Pesan Kegembiraan Bread Essence

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Tangerang – Masa-masa karantina masih membayang dengan ketat. Menahan segala laju kreatifitas kerumunan luar ruang, masa-masa diam yang bisa berbuah jenuh. Menekan energi melunakkan hasrat. Jika tak ingin demikian maka tetaplah berbuat. Barangkali demikian pesan kuat yang hendak disampaikan Bread Essence. Unit skapunk Malang yang melintas cakrawala digital dengan karyanya, “Refun”.

Distorsi tipis gitar Bread Essence seperti mengajak teman-teman sebaya untuk tetap positif dan kembali bersenang-senang. Mendera bersama bass dan drum yang memastikan tetap looking forward for a better days!. Meskipun pada masa karantina, tak serta merta diam dan bertumpu pada lamunan semata. Segala aktivitas tetap bisa dilakukan dirumah saja, Bread Essence mengajak untuk tidak panik dan hilang harapan, stay positive!.

“Refun” meluncur sebagai perpaduan antar kata “Re” dan “Fun” yang jika diartikan secara serampangan seperti “Kembali Bersenang-senang”. Single ini dirilis melalui layanan video streaming Youtube, dikemas dengan tampilan video musik bersama teman-teman dirumah yang menggunggah dengan menggunakan kamera telepon genggam. Sebuah aktivitas yang memperlihatkan teman-teman mereka yang tetap positif meski daya jelajah hanya sekitar rumah.

Simak! di HujanMusik! : “Tutur Kecemasan Hidup Remissa”

Karya mereka seperti merepresentasikan ajakan Rio Armand Ayubi (vokal), Icam Jibrilyasin (drum), Afif Ubaydilah (violin), Aditya Budi Prasodjo (trumpet), Rizal Nandha Alfianto (gitar), Erdiansyah (gitar) dan Novaldo Tirtadimara (trombone), tetap positif ditengah masa karantina pandemi virus corona. Pada video ini para personil memainkan instrumen mereka dari dirumah mereka masing-masing.

“Refun” merupakan salah satu track-song pada album mereka Sublimate Differences. Liriknya dibuat dengan mencerminkan waktu waktu mereka diterpa kegundahan, kegelisahan, dan ketidak pastian. Lirik yang rasa-rasanya cukup relate dengan waktu akhir-akhir ini yang penuh dengan tantangan selama masa pandemi ini.

“Menjerit seakan semua ingin hilang, pergi jauh dari pikiran” penggalan lirik dari lagu ini seakan mewakili hal yang dirasakan selama masa karantina pandemi ini. Untuk tetap mengajak tetap positif, pada awal video mereka menuliskan kalimat “Dont panic, dont lost hope, you are not alone” dan juga mengajak untuk tetap bersyukur “Stay home, dont panic, stay grateful and all will have an answer. There will be a way out across there. Stay home, you are not alone,” kata mereka pada akhir video.

Bread Essence sejak awal April memiliki formasi adaptasi. Terjadi perubahan formasi personil, Dion pada posisi gitar 2 memutuskan keluar dari Bread Essence. Kini personil menyisakan 6 orang dengan 1 gitar. Formasi yang wajar sebagaimana terlihat dalam komposisi band skapunk umumnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *