Obituari untuk Legenda Yopie

Obituari untuk Legenda Yopie

Artikel : Rizza Hujan

[HujanMusik!], Bogor – Saya tidak pernah mendengarkan karyanya secara serius, saya tidak tertarik untuk menggali lebih dalam tentangnya, saya tidak mengikuti rekam jejak penyanyi yang pertama kali merilis karya di tahun 1982 itu. Tapi hari ini segalanya menjadi lebih jelas untuk saya bahwa orang yang acap saya acuhkan adalah manusia luar biasa, jenius di bidangnya. Seorang legenda yang menginspirasi banyak orang. Kesadaran yang terlambat hadir pasca seorang penyanyi senior dikabarkan meninggal dunia. Yopie Latul menghembuskan nafas terakhir di RS Sentra Medika, Cibinong, kabupaten Bogor pada hari rabu, 9 September 2020 lalu. Kini tersisa menulis obituari legenda untuk Yopie.

Meski saya tidak memerhatikan secara saksama, tapi nama Yopie Latul tidaklah asing. Saya hanya kenal “Poco-Poco” dan “Simalakama” tapi tetap saja tidak bisa menghilangkan fakta bahwa saya tahu Yopie Latul. Walau mungkin ada orang lain seperti saya, tapi pasti tahu Yopie Latul siapa. Seawam-awamnya orang, pasti pernah mendengar namanya. Di sisi yang lain, tepatnya di dunia musik, nama Yopie Latul adalah sosok besar yang dihormati oleh sesama musisi. Sederet nama beken seperti Iwan Fals, Andre Hehanusa, Melly Goeslaw, Ruth Sahanaya hingga Syaharani memberikan penghormatan terakhir dengan ucapan belasungkawa disertai pujian setinggi langit untuk lelaki yang lahir di Ambon, Maluku, 7 September 1955 itu.

Simak! di HujanMusik : “Proyektor Kisah Panbers Dalam Sehelai Perangko”

Ratu jazz Indonesia, Syaharani menyebut almarhum seorang yang eksentrik dan humoris.

“Sudah lama sekali, tahunnya saya lupa. Ada acara manggung bersama om Yopie Latul, di Kalimantan Timur. Yang saya ingat, beliau naik pesawat aja keren dandanannya. Banyak canda sepanjang dalam pesawat. Lalu kami mengalami turbulence. Pesawat goncang dan harus berputar, belum bisa mendarat on time. Saya ingat beliau langsung diam. Berdoa dan matanya jadi merah karena cemas. Bersyukur kami mendarat selamat dan acara berlangsung lancar,” kenangnya pada HujanMusik!.

Yopie Latul adalah bintang dengan produktifitas kencang. Tercatat sepuluh album sudah dikeluarkannya sejak tahun 1982 hingga tahun 2000. Tentu album “Poco-Poco” membuat namanya makin melambung dan dikenal luas masyarakat Indonesia. Meski dikenal sebagai penyanyi yang mempopulerkan lagu-lagu daerah, sejatinya beliau adalah seniman multitalenta. Coba simak lagu “Ayun Langkahmu” ciptaan sosok Elfa Secioria yang bernuansa pop dansa atau dengarkan duet mautnya dengan pentolan Krakatau, Trie Utami dalam komposisi jazz bertajuk “Bila”. Lagu kedua itu menghantarkannya menjadi pemenang pertama Festival Lagu Populer Indonesia 1989-1990.

Yopie makin terkenal setelah mempopulerkan lagu etnik bergenre house music “Poco-Poco” di tahun 1995. Sebuah anthem yang hingga saat ini digunakan sebagai lagu senam dengan nama sama. Lagu tersebut juga menjadi sebab Yopie menerima piala Anugerah Musik Indonesia 2001 dalam kategori Penyanyi Disco/House Music/Rap/Dance Music Terbaik.

“Beliau entertainer yang asik, nggak sombong dan membuat lagu menjadi semarak di panggung sekalipun lagu-lagu sederhana. Memiliki suara yang khas. Dan mempopulerkan lagu daerah adalah hal yang mulia , patut menjadi contoh musisi Indonesia,” tutup Syaharani.

Takdir adalah sebuah manajemen ilahiyah yang begitu rumit sekaligus misterius dan kematian adalah bagian darinya. Takdir membawa nama Yopie Latul ke angkasa ketenaran, takdir pula yang membawanya kembali turun ke liang lahat di muka bumi. Selamat jalan om Yopie, salam hormat untukmu..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *