“Speak Up!”, Ketika Antartick dan Yacko Bersuara

“Speak Up!”, Ketika Antartick dan Yacko Bersuara

Artikel : Rizza Hujan

[HujanMusik!], Bogor – HujanMusik!, Bogor – Kemarau yang diperkirakan mencapai puncaknya pada bulan September harus mengalah pada daya gravitasi Kota Hujan sebagai rumah yang jadi tempat pulang rintik air dari langit. Bogor basah lagi, kembali pada jati dirinya. Buitenzorg memang layak menyandang julukan Never Dry Land. Kota ini jarang kering dan hal itu seolah menular pada talenta-talenta musiknya yang selalu dibanjiri gagasan serta motivasi untuk terus berkarya. Seperti Antartick yang belum lama ini merilis single teranyarnya bersama lady rapper kenamaan, Yacko.

Bertajuk “Speak Up!”, Sandy dan koleganya sekali lagi sukses mencipta satu karya berbeda dari yang sebelumnya. Materi satu ini kuat dengan rasa funk dan tentu Yacko memberi warna sendiri. Sementara Anang seolah kerasukan John Frusciante yang berbagi part dengan Nial Rodgers, dia memainkan gitar secara intens dan tak berjeda dengan sound yang jernih sebening embun diatas daun. Sang frontman Joean yang terus berproses melafalkan lirik dengan artikulasi sempurna. Lewat lagu ini, dia mengabarkan pada dunia bahwa dirinya seorang musisi serba bisa, sama seperti kakaknya, Anang.

Speak Up dalam bahasa indonesia bisa diartikan “Ayo bersuara!” yang memiliki makna harus berani bergerak menyampaikan ide, gagasan, dan keluh kesah tentang apapun yang dirasa salah. Melalui “Speak Up!” Antartick menyuarakan dan memberi semangat kepada orang-orang di luar sana yang sedang berjuang demi tegaknya keadilan.

Simak! di HujanMusik! : ““Indonesia Kita” Bukti Resistansi Antartick dan Bogorian Voices di tengah Pandemi”

Helvi dan rekan-rekannya di Antartick menyiratkan bahwa meski Republik ini telah memproklamirkan kemerdekaan 75 tahun silam dan cita-cita bangsa atas kemerdekaan sebagai negara berdaulat telah berhasil diraih melalui pengorbanan para pahlawan bangsa, tidak berarti perjuangan sudah berakhir. Justru lebih berat karena harus menghadapi bangsa sendiri yang masih dilanda korupsi, politik adu domba, hoax, tindak pelecehan dan kekerasan seksual serta berbagai ketidakadilan yang mengabaikan kepentingan rakyat.

Menurut mereka, banyak cara untuk memperjuangkan hal-hal yang menjadi concern kita sebagai generasi penerus bangsa.

“Kita patut bersyukur, banyak hal baik tentang negeri ini. Namun, tidak sedikit pula ketidakbaikan / ketidakadilan dipertontonkan setiap harinya. Kita bisa saja mengabaikannya, diam, serta memakluminya, karena mungkin hal tersebut tidak menimpa hidup kita secara langsung. Tapi, sampai kapan? Apakah ada jaminan di kemudian hari kita atau orang yang kita sayangi tidak mengalaminya? So, Let’s Speak Up!” ungkap Anang sang gitaris.

Dengan landasan tersebut, rasanya bisa dipahami kenapa Yacko dipilih sebagai tandem Joean bernyanyi. Puan yang pernah berkolaborasi bersama Iwa K. lewat “Apa Seeeh?” ini adalah seorang pegiat seni yang aktif menyuarakan hak-hak perempuan bersama sejawatnya di Kolektif Betina.

“Speak Up!” adalah single ke-6 Antartick yang ditulis dan diaransemen oleh Anang dan keterlibatan Yacko tidak hanya sekedar jump in ke musik yang enerjik ini, akan tetapi juga tertibat dalam penulisan lirik.

”Gue sangat senang bisa berkolaborasi dengan Antartick karena menurut gue pesan yang kita ingin sampaikan adalah sama. Sudah terlalu banyak degradasi moral yang terjadi. Sebagai musisi kita teriakkan melalui karya. No more tolerance and no more ignorance. Speak up is the only answer”, tutur Yacko.

Melalui single Speak Up! ini, Antartick ingin mengajak kepada semua orang untuk berani bersuara apabila melihat atau mengalami pelanggaran terhadap hak kita sebagai warga negara. Karena mendiamkan ketidakadilan sama saja dengan mendukungnya.

“Karena selain kita, siapa lagi? “Diam bukanlah sebuah pilihan. Jangan pernah takut, Karena Tuhan bersama orang-orang yang benar”. tutup Helvi si anak hilang.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *