“Strata Setara” Radio Friendly Kausa yang tetap Marah-Marah

“Strata Setara” Radio Friendly Kausa yang tetap Marah-Marah

Artikel : Johanes Jenito

[HujanMusik!], Jakarta – Hal yang baru konon selalu ditunggu. Membikin penasaran. Membuat bertanya-tanya. Dalam rasa keingin-tahuan. Mengundang ketertarikan sejenak. Seakan tahu pada mereka yang menunggu, Kausa menjawab lewat “Strata Setara” pada 17 Agustus 2020, sebagai kado pada ulang tahun mereka yang ke-dua, di kanal musik YouTube

Tema liriknya sih tak ada yang baru. Masih konsisten kritik sosial. Tetap galak pada ketidak-adilan dan ketimpangan struktural. Terus membela mereka yang lemah, minor dan tak beruntung karena orientasi pembangunan yang melayani kaum atas.

Narasi utama “Strata Setara” adalah persatuan anti-penindasan. Lukman Laksmana (gitar/vokal) dan Dikie Juli yang mengurusi lirik. Keduanya memilih komposisi kata-kata pembakar. Resonansi perlawanan. Katakan tidak pada rasa hidup terjajah. Karena semua yang terpinggirkan adalah kawan, bukan lawan.

Yang baru adalah urusan musiknya. Ibarat alkohol, karya Kausa kali ini ibarat MixMax yang manis, tak lagi Bintang yang pahit. Tapi bila keduanya ditenggak terus-terusan, mabuklah kita.

Meski tetap melaju di jalur musik keras, atmosfer heavy rock-nya tak setebal lagu-lagu mereka di album debut “Corvus Corvidae” setahun silam. “Strata Setara” terasa lebih renyah. Sekilas ada melodi & ketukan ritmis yang bikin ingat “Pshycosocial”-nya Slipknot di part verse-nya, dengan tambahan improvisasi gemuruh double bass-drum di sana-sini.

Simak! di HujanMusik! : “Wacana dan Rencana Kausa Menandai Kencangnya Corvus Corvidae”

Keseruan selanjutnya adalah interlude setelah chorus lagu. Riff-riff gitar dikocok cepat ala punk rock. Sejurus kemudian ada aba-aba “Are You Ready … One, Two, Three …” dari Sang Vokalis, sebelum drum dan bass turut menggebrak masuk. Bagian ini cocok banget jadi penanda wall of death dan moshing gila-gilaan di tengah arena.

Artwork Strata Setara

Disela-selanya terselip solo gitar yang metal banget. Sejak awal karirnya, Kausa memilih Radix, gitar butan anak negeri. Eet Syahrani dan Edwin “Cokelat” Marshal Syarif terrasuk dua diantara sekian banyak gitaris yang menenteng Radix dalam berkarya.

Ide musik “Strata Setara” berasal dari Fafa (gitar) dan Ivan (drum). Mereka berdua bekerja spartan di tengah karantina pandemi Corona ini. Setelah kerangka lagu tercipta, Lukman menyempurnakannya bersama Danar (bass).

Demi menguatkan pesan lagu, Kausa turut memboyong Hilman Wirahman untuk memvisualisasikannya dalam klip video. Gambar bergerak itu didominasi hitam-putih. Secara bergantín ditampilkan para personal Kausa yang tengah beraksi. Pada bagian menjelang akhir, tampillah nukilan-nukilan foto anak-anak kurus, poster-poster demonstrasi dan pelantang suara yang lazim untuk orasi saat demostrasi.

Kausa mengakui “Strata Setara” merupakan perkenalan baru pada “Una In Pepertuum”, album kedua mereka selanjutnya. Single ini jadi pemantik kecil, yang makin radio-friendly, untuk marah-marah. Demi keadilan sosial bagi seluruh warga di muka bumi.

.

One thought on ““Strata Setara” Radio Friendly Kausa yang tetap Marah-Marah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *