Balada Firasat Punk Sendu Sundancer

Balada Firasat Punk Sendu Sundancer

 

Artikel : Anggitane

 

[HujanMusik!], Mataram – Hentakan drum yang terdengar lo-fi itu menyambut pendengaran sesaat setelah musik pembuka yang katanya nyanyian sendu punk rocker itu diputar. Dugaan mendengar rasa-rasa semacam “Kisah Pilu” pun sirna, justru yang sedang saya dengarkan nyata-nyata membawa saya menekuni balada era 60-an. Memang begitulah adanya, Sundancer dalam single barunya “Firasat”.

Sundancer, duo seniman musik yang kental dengan aroma garage punk asal Lombok itu kembali meluncurkan single baru pada 10 April 2020 lalu. Masa-masa yang sama ketika PSBB sedang ramai-ramainya bertumbukan di Jakarta. Single bertajuk “Firasat” itu meluncur bersama Lamunai Records, lanjutan kerjasama keduanya. Single kedua ini menjadi bagian dari mini album yang di rencakan akan rilis pada pertengahan tahun ini. Setelah sebelumnya tampil liar cenderung ugal – ugalan di debut EP Musim Bercinta (2018) dan heroik di single Pusaka Abadi (2019).

Pelan-pelan, semakin kedalam semakin menyadari bahwa single “Firasat” tak sekedar menampilkan kesan sekilas saja, bagi saya ini terasa seperti lagu pop balada manis era 60-an. Terus terang tak berani berandai – andai lagu ini produseri oleh Phil Spector dengan alat perekam mono, untuk mendapatkan kualitas Wall of Sound mumpuni, agar lagu ini mempunyai kadar kemanisan sejati layaknya The Everly Brothers, The Ronettes atau The Ramones, yang akan segera memberi sinyal ketidak beresan laten setelah mencecap kemanisan tinggi.

Seperti itulah kurang lebih.

 

Simak di HujanMusik! : “Notasi Angka “2/1” dalam Tekanan Rock ‘hyns”

 

“Single ini ceritanya tentang seorang pria yang berpegang teguh akan nilai-nilai yang di yakininya, kisah seorang punk rocker saat patah hati atau sekedar menjadi teman disaat sendu dan pelik nya keadaan kita sekarang,” tulis pihak band, sebagaimana dalam rilis yang diterima HujanMusik!.

Secara musik, mereka merasa seperti menginjak pedal rem dan gas sedalam – dalam nya secara bersamaan, mencoba lebih mengontrol sisa dopamine dalam otak agar “Aku Tenang”, kalau kata Fourtwnty. “Intinya mejaga mesin tua ini agar tetep meraung aja sih,” tambah Sundancer.

Single “Firasat” telah resmi tayang di semua platform music digital, termasuk versi visual-nya dengan video musik. Musik aransemen dan lirik buah cipta Decky Jaguar dan Om Robo, sementara musik dari lagu ini ditulis oleh almarhum Bagus Wiratomo, sosok kental dibalik band punk Jogja, Mortal Combat. Untuk instrumen synthesizer dan drum midi didukung Ferdi Soewandi. Nama terakhir juga bertindak sebagai pelaku mixing dan mastering di FX Studio, Mataram.

Lagu ini tepat menjadi alternatif hiburan, semacam teman pelipur lara di masa sulit ini. Pastinya ini sudah termasuk menambah khazanah musik Indonesia.

….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *