“Rumi”, Ruang Pengakuan Indra Prasetya

“Rumi”, Ruang Pengakuan Indra Prasetya

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Semarang – Seperti masa, takdir hidup manuasia tak bisa ditebak. Bergerak bebas membelokan kewajaran yang menggelinding mencari sisi dalam kehidupan timbul tenggelam manusia. Tak semua cerita perjuangan berbuah akhir bahagia. Tak semua penantian yang diharapkan bisa hadir dengan cerita baik diujungnya. Semua bergantung pada takdir, dan takdir saya hari ini harus berjumpa dengan balutan sound british dengan tendensi reverb dan ambient yang mendominasi. Terjadi sejak menyimak karya musisi cum penyiar Indra Prasetiya berjudul “Rumi”.

Dalam batas kewajaran, mengenali judulnya saya semacam harus duduk manis dan mengosongkan hati dan bersiap dengan bait-bait koreksi nalar sosok Jalaludin Rumi. Namun Indra memilih jalur yang tak mudah, alur lagu yang normalnya dikenang bagian refrain untuk sing a long-nya, Indra Prasetiya justru menekankan kebesaran judul.

Indra menjadikan treatment musiknya mudah disimak namun bersisian dengan teka-teki. Pertanyaan besar yang bersangkut dikepala saya, kenapa nama “Rumi”.

Simak di HujanMusik! : ““Tentang Mimpi Antoni Sidjabat yang Melambung dengan “Flying High””

Tidak hanya musik yang diniatkan dan digarap secara serius oleh Indra, ia sendiri selalu fokus dan serius dalam penamaan judul judul lagunya.

“Entah, mungkin saat ini, aku ingin judul lagu lebih besar daripada nama musisinya,” ungkap Indra, seperti dituliskannya untuk HujanMusik!.

“Rumi” adalah lagu yang tercipta karena sosok Jalaludin Rumi. Sosok yang mengilhami perasaan Indra kala melihat dan membaca kutipan beliau, “Jangan berduka, yang hilang darimu akan kembali dalam wujud lain”.

Lantas Indra membedahnya melalui lirik yang direspon melalui kata dan kalimat berbahasa Inggris. Disaat kita kehilangan, pasti akan ada rasa kalut, jejak rasa yang seharusnya diolah, dirasa. Padahal kita sendiri yang bisa menentukan kapan rasa itu harus diakhiri. Iya, itu pasti susah, dan kita adalah manusia yang hidup. Karena hidup itu harus belajar.

“Rumi” dipilih Indra sebagai bentuk apresiasi sosok Jalaludin Rumi, dengan kutipan tersebut lagu ini pun jadi, dan siap menjadi penenang kaum kaum kalut.

Lama berkutat didalam studio radio tempatnya bekerja di Semarang dan Indra Prasetya yang juga muncul sebagai MC disegani itu memilih mengelurakan kembali talenta bermusiknya. Taste dan wawasan skena musik-nya muncul dari scena roots underground Semarang sekira tahun 2008 sebagai gitaris band. Yaitu saat dia membentuk band (twepop) The Lastree, band (indie-rock) Ready For The Weekend, sampai sempat mempunyai projek experimental yang bermain diranah (math-rock/post-rock) dengan POST MORTEM MONOLOGUE.

Kini, tepat pada saat tahun pandemi ini, April 2020 lalu Indra akhirnya memberanikan diri membuat projek solo dengan keyakinan diri, support keluarga dan teman teman disekitarnya.

Indra kemudian mengajak Danis Rismonita untuk merespon kekalutan lagu “Rumi” secara visual, yaitu melalui terapan tarian dan merespon barang barang kenangan.

Lagu RUMI akan dirilis tepat tanggal 17 april 2020 disemua platform digital pemutar musik, dan bebarengan dengan video lirik yang bisa dilihat di kanal youtube Indra Prasetiya.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *