Harmonisasi Liar SVPRCHRGR

Harmonisasi Liar SVPRCHRGR

 

Artikel : Johanes Jenito

 

[HujanMusik!], Tasikmalaya – Semangat jiwa muda biasanya diwakili oleh pilihan musiknya. Jenis lagu yang punya sound gitar kasar, pukulan drum cepat, bass berdentam dan vokal dengan teriakan parau justru menghadirkan harmonisasi liar yang sering disuka oleh mereka yang berjiwa muda.

Hal ini disadari SVPRCHRGR (baca Supercharger) dari Tasikmalaya. Empat sekawan Prabu Grahadiandita (vokal), Cesar Akbar Alydrus (gitar), Lutfhi Ramadhan (bass) dan Aldy Nur Ikhsan (drum) memilih bermain-main musik dengan jiwa muda. Ekspresi mereka mewujud dalam lagu-lagu modern rock dengan sentuhan Grunge ala Seattle Sound dan atmosfer Nu-Metal dekade 2000-an.

Salah satu wujud ekspresi mereka adalah rilsan single lagu berjudul “Sòlido Serenata” pada 30 Maret 2020 lalu lewat beragam kanal musik di jagat maya. Upaya ini adalah salah satu pemanasan menuju terbitnya album penuh. Dari salah satu unggahan pada laman Instagram mereka terungkap bahwa rencana rilis album akan terjadi pada September 2020 mendatang.

 

Simak di HujanMusik! : “Ruang Waktu, Pop Kedua Kawanan Angsa & Serigala”

 

“Sòlido Serenata” berkisah tentang pengendalian diri untuk mengurangi dampak negatif pada idealisme. Liriknya ingin jujur. Pesan di dalamnya menyala-nyala demi menjadi bahan bakar semangat jiwa muda nan anti-theory.

Sementara struktur lagunya dibungkus dalam riff-riff gitar berat, vokal meracau galak, dentuman eksplosif drum-bass dan bebunyian lain dari instrument digital. Semuanya penuh distorsi. Tipikal lagu rock yang liar.

Uniknya, di tengah-tengah gegap gempita kebisingan itu hadir alunan saksofon. Tiupan melankolis itu menggantikan aksi solo gitar. Tiba-tiba struktur lagu rock liar berbalik 180 derajat menjadi jazz yang menenangkan. Drum dan bass melambat, gitar berdistorsi diam dan layer-layer keyboard mengalun samar saat solo saksofon masuk mengambil ruang. Aksi ini berlangsung sekitar 25 detik, Sesudahnya, bising kembali.

Sejak tahun 2017 SVPRCHRGR telah menghasilkan tiga buah single dan 1 mini album. Semua karya mereka telah dapat dinikmati melalui kanal-kanal musik digital yang tersedia.

Album penuh, yang akan dirills September 2020 mendatang, adalah hasil kerja keras mereka bersama produser/engineer muda berbakat Fauzi Nurdinsah sejak akhir 2019 lalu. Telah ada sepuluh lagu yang akan mengisi album itu.

Bisa jadi “Sòlido Serenata” akan jadi pembuka album. Karena lagu itu penuh kebisingan ala jiwa muda.

….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *