Tutur Kecemasan Hidup Remissa

Tutur Kecemasan Hidup Remissa

 

Artikel : Anggitane

 

[HujanMusik!], Malang – Warna kehidupan itu seperti bilasan cahaya, penuh liku dan menyilaukan. Mengajak kita berdamai dengan pergerakannya, melintang pukang tak berkesudahan. Terlibat sejak memilin waktu, memutar badai hingga mendarat pada landasan takdir dengan segala keadaannya. Hidup pada akhirnya menjadi medan perjuangan, ada banyak cerita gembira dan kesedihan yang saling bertaut. Seperti Remissa yang bertutur kecemasan dalam memperjuangkan hidup.

Singel anyarnya yang bertajuk “Harap-Harap Cemas” untuk album terbaru itui terinspirasi dari cerita yang dialami manusia ketika mereka harus bergulat sebagai kepala keluarga yang cemas dalam memperjuangkan kebutuhan hidup.

Seperti karya-karya sebelumnya, melalui “Harap-Harap Cemas” Remissa masih berbicara mengenai isu-isu sosial. Lantas Rizky Toar (vokalis & gitaris) menuliskannya menjadi sebuah lirik lagu. Lirik yang tertuang setelah ia mengaku terinspirasi dari penuturan langsung seorang kawan yang mengisahkan kecemasannya dalam menghadapi kehidupan.

“Dia sering curhat ke saya kalau dia sampai frustasi dengan kehidupannya yang harus dikejar hutang tiap harinya,” kenang Rizky Toar.

Sosok yang menjadi inspirasi lagunya kali ini adalah seorang kepala keluarga yang merupakan seorang pekerja lepas dengan penghasilan yang tak menentu. Sementara tanggungan terdengar menumpuk dibelakangnya, mulai dari urusan wajib menafkahi keluarga hingga membayar cicilan hutang yang entah kapan dan bagaimana akan lunas.

Selain untuk mencukupi kebutuhan keluarga, penghasilan yang pas-pasan menjadikan berhutang sebagai jalan terkahir yang harus dipilih. Bahkan sampai ia lupa akan kebutuhan psikis dan fisik dalam berumah tangga karena terlalu sibuk dengan tuntutan memenuhi kebutuhan pokok yang harganya terus naik dan mencekik.

 

Simak di HujanMusik! : “Sebuah Hempasan Hardcore Malang Bernama Sharkbite”

 

“Dia pernah berpikiran gila bahwa dia menaganggap Tuhan sudah tidak menyayangi dia,” lanjutnya.”

“Lewat lagu ‘Harap-Harap Cemas’ ini saya mencoba mewakili apa yang dirasakan oleh kawan saya tersebut atau sekiranya juga bisa mewakili orang-orang di luar sana yang bernasib sama,” tambah Toar

Remissa merupakan kolektif musik asal Malang yang mengusung rock/grunge. Pasca merilis album akustik berjudul Untukmu Saja via digital di penghujung 2019 kemarin, Remissa kembali merilis video lirik untuk singel terbarunya berjudul “Harap-Harap Cemas” pada 9 April 2020.

Secara musik, jika di materi album-album sebelumnya semacam “Manifesto Mimpi” (2016, Frekuensi Records) dan “Tegangan Tinggi” (2018, Srawung Records) terdengar galak dengan distorsi yang rajin menyalak, melalui “Harap-Harap Cemas” Rizky Toar (vokal, gitar), Baron Wisnumurti (vokal, bass), Rizqtsany (gitar), dan Rufa Hidayat (drum) justru mencoba banyak formula baru; mulai dari aransemen musik, corak vokal, hingga piranti yang digunakan untuk rekaman.

“Kali ini kami mencoba bereksperimen dengan hal hal yang baru, seperti bunyi drum yang sangat digital, karakter vokal yang agak mendayu-dayu di bagian reff-nya, dan beberapa suara pads yang kami masukan ke dalam lagu,” terang gitaris Rizqtsany.

“Harap-Harap Cemas” merupakan singel perdana yang dirilis untuk persiapan album terbaru Remissa yang rencananya akan dirilis tahun ini. Untuk penggarapan video lirik “Harap-Harap Cemas” Remissa dibantu oleh Alit Arinatha Putra sebagai illustrator dan Alfian Setya selaku animator.

Saat ini para personil Remissa sedang tengah sibuk memastikan perampungan materi album baru. Di tengah pandemic Covid-19 banyak agenda yang harus terpaksa dibatalkan dan disusun ulang. Namun, Remissa menegaskan untuk terus produktif sembari menjaga kesehatan dan berdiam diri di rumah.

Jangan cemas, tetaplah berkarya…..

2 thoughts on “Tutur Kecemasan Hidup Remissa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *