Dunia Rock Rosewood dalam “Fallin”

Dunia Rock Rosewood dalam “Fallin”

 

Artikel : Anggitane

 

[HujanMusik!], Bandung – Pada sebatang kayu, hari-hari itu terasa layu. Memuncak masa, melewati kerasnya proses yang kaku. Kami yang manusia biasa hanya bisa memendam rasa, sedikit tindakan dengan balutan doa. Sebatang kayu lantas menjadi perumpamaan manis yang menggambarkan bagaimana proses rasa itu teguh menunggu. Kejatuhan dan kebangkitannya tak perlu diperdebatkan, cukup dirasakan. Sebagaimana Rosewood yang memilih rock untuk menceritakan “Fallin” sebagai single barunya.

Menarik untuk mengulik penamaan Rosewood yang sejatinya terdiri dari dua penggalan kata berbahasa Inggris, rose dan wood. Rose dalam terjemahan bebas bisa diartikan sebagai bunga mawar. Ia memiliki makna elegan, menawan, dan berani. Sementara wood yang berarti kayu, sebelum menjadi kayu dia adalah sebatang pohon, pohon yang bisa merindangi, meneduhkan, memberi udara segar untuk kehidupan lainnya. Setelah menjadi kayu ia-pun bisa diubah menjadi apapun yang bermanfaat. Nilai elegan, berani dan membawa manfaat inilah yang menjadi filosofi kuat. Kenapa nama Rosewood dipilih.

 

Simak di HujanMusik! : “Single “2002” dan Kembalinya Jolly Jvmper”

 

Sebagai unit musik asal Bandung, Rosewood sekuat-kuatnya melahirkan karya berdasarkan keadaan terhadap fenomena yang dikemas dengan musik rock. Enam personil didalamnya cukuk berperan aktif mewujudkan dinamika penciptaannya. Mereka terdiri dari Bule (vokalis), Gian (gitaris), Ilham (keyboardis), Rafly (gitaris), Rifal (drummer) dan Wahyu (cellist) yang sampai saat ini telah menghidupkan karya-karya Rosewood.

Rosewood merupakan dunia yang dapat berkembang dengan kesenangan melalui karya musik. Mereka juga mengungkapkan bahwa kebenaran yang kita percaya, kita genggam dalam waktu yang tak terhingga, telah menyebabkan genggaman lain yang tak dapat digenggam. Ikatan yang tak terikat dengan sebuah keyakinan, menjelma pada kebebasan. Ketidaksamaan adalah sama. Tertawa mencari petak atas kesalahan merupakan kecintaan terhadap cinta yang menjauh. Menjauh untuk mendekat sebagai penghindaran terhadap sebuah wujud.

Dari awal mula terbentuk Rosewood lebih banyak mendapuk panggung ke panggung, belum sempat terpikir untuk membuat single atau album. Lantas karena seringnya desakan dan pertanyaan saat manggung, sejak 2017 mereka mulai terpikir untuk membuat lagu dan didukung beberapa personil sudah memiliki materi lagu yang cocok untuk musik Rosewood.

Proses kreatif Rosewood terlihat bagaimana setiap personil memiliki karakter, ego, referensi juga sudut pandang yang berbeda. Meski harus melalui berbagai perdebatan, tanpa disadari dalam proses pengerjaannya setiap personil selalu dikerjakan dengan candaan sehingga dapat mencairkan suasana.

Pendeknya, perbadaan tersebut kini manjadi warna tersendiri bagi karya-karya Rosewood. Hingga tahun 2020 Rosewood berkomitmen menyelesaikan album perdananya. Tanda-tandanya telah dimulai dengan single terbaru bertajuk “Fallin” di Spotify, iTunes, Joox, Deezer, dan Digital Streaming Platform lainnya.

….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *