“Indonesia Kita” Bukti Resistansi Antartick dan Bogorian Voices di tengah Pandemi

“Indonesia Kita” Bukti Resistansi Antartick dan Bogorian Voices di tengah Pandemi

 

Artikel : Rizza Hujan

 

[HujanMusik!], Bogor  – Pandemi Corona Virus Disease-19 (Covid-19) telah meluluhlantakkan tatanan yang susah payah dibuat oleh manusia. Ia menyerang secara senyap dan menabrak ke segala arah. Lalu tiba-tiba korban bergelimpangan. Semua orang terkena imbasnya, setiap sisi kehidupan dihantamnya. Termasuk bidang seni dan kreatifitas. Khusus ekosistem musik, para pegiatnya sempat terkatung-katung akibat banyak event yang ditunda bahkan dibatalkan. Tapi akhirnya mereka berhasil bangkit dan melawan dengan caranya sendiri. Selama pandemi, para musisi getol menampilkan karyanya melalui media daring. Hal ini kemudian seolah menjadi tren baru. Konser pun digelar dengan cara yang sama. Pandemi ini sedikit melemahkan semua pihak, tapi manusia memang tercipta dengan free will dan akal hingga bisa mencari celah, memanfaatkan kemudian mengubah situasi negatif menjadi satu pergerakan positif yang masif. Perubahan jelas terjadi di segala penjuru. Tapi, alih-alih mengeluh dan berhenti berkarya, Antartick dengan cerdik menyesuaikan dengan keadaan dan menemukan retakan yang kemudian menjadi celah hingga sinar bisa menyelinap masuk dan menerangi.

Baru saja mengharubiru dengan “Biru Kelabu”, Juan dan kolega segera meloloskan single baru bertajuk “Indonesia Kita”. Tidak tanggung-tanggung, mereka mengajak tujuh belas vokalis yang kemudian disebut Bogorian Voices dalam karya teranyar-nya ini.

Lagu ini menitikberatkan pada poin “Selalu ada hikmah di balik musibah”. Sebuah kata penyemangat yang sudah kita dengar sejak lahir. Itulah yang menjadi dasar Antartick berkolaborasi dengan tujuh belas vokalis dari Bogor untuk menambah semangat dan rasa “Indonesia Kita”. Bogor dipilih karena kota ini merupakan tempat lahir band yang bermula melalui lagu “Kebas”. Jika tidak bisa melihat sekitar kita, bagaimana bisa dilihat dunia?, sebelum bergerak secara luas ada baiknya memerhatikan dan merangkul circle terdekat lebih dulu. Mungkin itu yang ada di benak kuartet ciamik ini.

 

Simak di HujanMusik! : “Langit Antartick Membiru Kelabu dengan Karya Baru”

 

“Indonesia Kita” diciptakan sang gitaris Anang. Lagu ini berkisah tentang hal-hal yang terjadi yang ia lihat, dengar dan rasakan dalam masa pandemi global saat sekarang. Sebuah rangkuman dari rangkaian peristiwa yang dihantarkan dengan nada indah sekalligus lirik yang kuat. Sejujurnya, buat saya, liriknya kekurangan satu line yang bisa jadi punchline, tapi tidak masalah karena kekuatan sesungguhnya dari lagu ini adalah kebersamaan dan aksi nyata untuk bangkit dari keterpurukan akibat pandemi melalui sebuah karya. Dan rasa saya tersebut menguap seketika setelah mengetahui kalau proses pembuatan lagu ini sangat cepat.

“Saatnya bangkit, kembali berkarya dan menggulirkan roda kehidupan. Karena hidup tidak bisa terus-menerus hanya dengan di rumah saja. Tentunya keselamatan dan kesehatan adalah faktor yang harus diprioritaskan,” tutur Anang.

Lewat single ini, Antartick pun ingin menyampaikan sebuah manifestasi konsep kebhinekaan karena ketujuh belas vokalis atau penyanyi yang bergabung dalam lagu ini berlatarbelakang musik berbeda. Mulai dari pop, rock, folk bahkan punk dan metal. Diantaranya adalah Rudi “Blues’ Ariyanto (The B*k*ng), Ipey & Komo (19 Dua Puluh), Rila Utomo (Ambarila), Dewo (Saptarasa), Fiany (Mariposa), Rinjani Reza, Borie (Kraken), Mang Toke (As Known As), Ncung Suryana (The Partikelir), Mang Coim (Oncom Hideung, Deden (Peramu), Ahong (Mery Celeste), Si Koran (Jeans Roek), Nova (HLMN), Robby (My Beloved Enemy) dan Cinya (Airtunes). Saya pikir, selain sebuah kehormatan akibat bergerak demi kemanusiaan, Anang dan kawan-kawan telah memberikan sebagian para penyanyi itu satu guilty pleasure yang bisa saja menghentak alam bawah sadar kemudian melahirkan satu gerakan atau kolektif baru.

“Project ini adalah project yang paling bikin gue baper. Ga nyangka kalau temen-teman yang kita ajak kolaborasi, mau dan seantusias ini dan enjoy dalam melewati proses produksinya, meski harus mematuhi aturan PSBB. Karakter setiap vokalis memberi energi positif tersendiri pada keseluruhan lagu. Semoga energinya bisa sampai ke semua orang yang mendengar lagu ini,” tutur Helvi (bassis) yang juga turut bernyanyi dalam lagu ini.

Perbedaan akan selalu hadir karena sejatinya hidup memang begitu adanya. Tapi perbedaan harusnya tidak menjadi penghalang untuk membangun bangsa. Bahkan merupakan sebuah keunikan dan kebersamaan yang hangat yang bisa jadi motivasi. Semoga lagu ini bisa menjadi penyemangat bagi siapapun di luar sana. Dan kalau ditanya apakah saya suka lagu “Indonesia Kita”?, maka dengan mengangkat seraya menyalakan korek api di tangan saya akan ikut bersenandung bersama Antartick dan Bogorian Voice.

 

….

One thought on ““Indonesia Kita” Bukti Resistansi Antartick dan Bogorian Voices di tengah Pandemi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *