Double Single Murphy Radio untuk Inklusi Sosial

Double Single Murphy Radio untuk Inklusi Sosial

 

Artikel : Anggitane

 

[HujanMusik!], Samarinda – Pada sebuah perenungan saya pernah ditunjukkan pada sesuatu yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya. Menyadari bahwa manusia itu diciptakan beragam, baik rupa dan kondisi fisik. Saya tak perlu bercerita apa dan bagaimana prosesnya bermula, yang jelas pandangan saya tentang memanusiakan manusia kini lebih luas. Tak semata segolongan senasib sepenanggungan. Tetapi juga manusia yang lahir dengan kemampuan berbeda.

Ah, ingatan ini muncul kembali tersebab rilisan Murphy Radio, kolektif math-rock asal Samarinda itu melepas dua lagu baru-nya yang mengangkat tema down syndrome. Dua rilisan dalam bentuk video musik, yang dirilis bertepatan dengan Hari Down Syndrome Sedunia tanggal 21 Maret lalu.

Ingatan melekat saat bagaimana saya berinteraksi, menemani pujaan hati yang saat itu mengisi hari-harinya dengan mengajar di sebuah kelas sekolah luar biasa. Sebuah kenangan yang terkuak kembali berkat “Autumn” dan “Sandy”. Dua karya Murphy Radio setelah dua tahun dari rilisan debut album mereka.

“Autumn” dan “Sandy” menjadi representasi Murphy Radio dalam melihat kondisi down syndrome pada sebagian saudara kita. Melihatnya sebagai sesuatu yang tak harus diperdalam perbedaannya, tanpa perlu rasa kasihan berlebihan atau malah menulis musik dalam takaran mellow, Murphy Radio nyatanya menghadirkan musik yang penuh semangat. Sebuah representasi kuat bahwa meski dalam kondisi kemampuan yang berbeda, down syndrome dan different ability lainnya juga mampu melakukan hal yang sama, bahkan bisa lebih karena mereka dapat melihat cerita dan warna mereka sendiri.

 

Simak di HujanMusik! : ““Self-Title” dan Petualangan Audio Murphy Radio ke Kanada

 

Dalam proses memproduksi video musik ini Murphy Radio bekerjasama dengan SLBN Pembina Samarinda.

“Awalnya kami sangat kesulitan dalam mewujudkan ide kami dalam video ini. Sampai kami dipertemukan dengan salah satu senior dalam skena musik Samarinda, Yadhie Jombank, yang kebetulan bekerja di SLB tersebut,” ungkap Aldi (bass) dan Wendra (gitar). Seperti dalam tulisan mereka perihal proses pengerjaan video musik ini.

“Lalu kami dibantu untuk bertemu dengan pihak sekolah untuk menyampaikan konsep dan meminta izin. Diluar ekspektasi, ternyata Kepala Sekolah beserta seluruh staf menerima dan mendukung penuh kami untuk membuat video disana,” lanjut mereka.

Lantas Murphy Radio yang kini sering tampil berdua itu melibatkan para murid SLBN Pembina dengan menampilkan aktivitas reguler mereka ketika berada di kelas. Serta mengajak salah satu murid untuk menjadi tokoh utama dalam video ini.

Pengambilan gambar dan proses teknis pembuatan video musik ini dilakukan oleh Resa Alif dan Mademun dari ThreeAM Creative House. Sementara untuk proses audio lagu Murphy Radio dikerjakan secara penuh oleh Arie Wardhana dari Backstage Studio.

Sebuah pilihan momentum yang baik bagi perjalaman Murphy Radio. Memilih tema inklusi sosial demi kesetaraan.

Salut untuk itu.

….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *