LOR, “Check 1. .2. .3” Dari Utara Yogyakarta

LOR, “Check 1. .2. .3” Dari Utara Yogyakarta

 

Artikel : Johanes Jenito

 

[HujanMusik!], Yogyakarta – Ada keunikan yang sering ditemui di Yogyakarta. Cobalah minta ditunjukkan arah menuju sebuah lokasi yang ingin dituju. Lupakan dulu GoogleMaps dan sejenisnya. Bertanyalah pada orang di jalan.

Bila yang ditanya adalah orang Jawa dan mengerti dimana lokasi yang dimaksud, pastilah dengan senang hati ia akan menunjukkan arah. Terminologi arah yang digunakan adalah benar-benar arah mata angin

“Lurus saja, nanti ada pertigaan belok ke Utara. Terus jalan ke utara, ada perempatan ke Timur. Tak jauh dari situ ada rumah tiga lantai menghadap Selatan. Masuk saja ke halamannya. Nanti pasti ketemu gudang kayu di sebelah Utara-nya”, begitulah mungkin petunjuk arah darinya

Bila tak mengerti dimana arah empat penjuru mata angin tersebut, maka ucapkanlah selamat datang pada kebingungan baru. Karena yang bukan orang Jawa di Yogyakarta rata-rata cuma mengenal belok kanan-kiri dan depan-belakang saja dalam kamus perbendaharaan penunjuk arah.

Mungkin keunikan inilah yang mendorong tiga lelaki dari Yogyakarta memilih nama LOR sebagai identitas grup musiknya. LOR dalam bahasa jawa adalah Utara. Bukan kebetulan rasanya bila pilihan pada LOR juga merujuk pada domisili mereka di sebelah utara kota.

Adalah Gias (vokal), Hanung (gitar) dan Balia (drum) merayakan 25 Juni 2019 sebagai hari keramat kehadiran LOR dan single “Carolina”, baik di kanal Instagram @lor.info maupun di laman YouTube LOR Official. Warna musiknya adalah pop-rock. Pop-nya kental, rock-nya ringan. Ada The Beatles di situ dengan durasi kurang dari dua menit.

 

Simak di HujanMusik! : “Kepingan Garage Rock Happiest Lokal dengan “Toni,Margi!”

 

Pada 27 Oktober 2019, trio ini kembali mengunggah single berjudul “Bad Boy” di laman YouTube. Masih dengan formula musik yang sama dan durasi lagu yang dua menit lebih sedikit.

Sejurus dengan rilisan single-single itu, mereka pun terjun menjajal panggung-panggung kecil tapi intim. Awalnya di seputaran kota. Demi menambah jam terbang dan inspirasi untuk lagu-lagu baru.

Setelah punya lima lagu, termasuk single-single lama, LOR berani masuk studio untuk merekam mini album pertama berjudul “Check 1. .2. .3”. Mini album ini hadir untuk publik pada 18 February 2019. Judulnya dipilih untuk menggambarkan trio ini yang mulai menapaki jalan musik pilihan mereka.Tema-tema lagunya sungguh khas anak muda.

Demi mengenalkan EP kepada publik yang lebih luas, LOR berani mengadakan serangkaian mini-tour beberapa kota. Yang pertama adalah Yogyakarta pada 14 Februari 2020, lalu disusul Semarang 16 Februari 2020 dan ditutup Bandung di 7 Maret 2020.

Kini EP tersebut sudah bisa dinikmati publik, baik lewat rilisan fisik maupun layanan musik digital.

Geliat LOR adalah salah satu bukti kehadiran skena indie-pop-rock Yogyakarta yang tak pernah mati. Lebih dari dua dekade silam ada Sheila On Seven, Jikustik dan Seventeen. Lalu generasi selanjutnya hadir Letto dan The Rain. Yang agak baru, muncullah Grrrl Gang dan sejawatnya.

Mereka semua menyerbu dari empat penjuru mata angin.

 

….

One thought on “LOR, “Check 1. .2. .3” Dari Utara Yogyakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *