Pandemi, Fajar Sandy dan “Kembali Ke Rumah”

Pandemi, Fajar Sandy dan “Kembali Ke Rumah”

 

Artikel : Anggitane

 

[HujanMusik!], Malang – Fajar terbit dari timur mengiringi jejak pagi saya pekan ini. Bersiap lepaskan timbunan semangat yang telah tertera sejak awal pekan lalu, bersiap akrap dengan tanah, kubangan kompos dan aneka benih semai lainnya. Momentum yang benar-benar saya tunggu, setelah dua bulan lebih teronggok pasrah dengan aktivitas terbatas.

Saya seperti lara yang diceritakan Fajar Sandy dalam lagunya “Kembali Ke Rumah”. Rindu menumbuk aktivitas dari beranda rumah tanpa rasa khawatir. Cerita tentang rumah yang jauh untuk bisa direngkuh, seperti inspirasinya mengangkat isu sekitar yang akhir-akhir ini sedang dialami banyak orang.

Fajar Sandy adalah seorang musisi yang sebelumnya lebih dikenal aktif sebagai gitaris, penulis lagu dari Band Kota Malang bernama KOS ATOS.

Menurutnya, kondisi dirinya sendiri, keluarga dan rekan-rekannya merupakan inspirasi terciptanya lagu “Kembali Ke Rumah”.

“Lagu ini sengaja saya tulis dalam situasi yang mungkin tidak menguntungkan bagi orang-orang sekitar saya, musisi dan lingkup kerja kreatif lainnya, juga keadaan-keadaan tak menguntungkan lainnya, barangkali saya-pun demikian,” tutur Fajar Sandy, dalam rilis media untuk HujanMusik!.

 

Simak di HujanMusik! : “Menyingkap “Kelambu” Tirant

 

“Kembali Ke Rumah” merupakan respon Fajar Sandy dalam mengatasi peredaran Virus Corona. Lagu yang menjadi satu diantara banyak sekali respon positif dari Influencer dan tokoh masyarakat lainnya melalui seruan tagar #StayAtHome, #DiRumahAja, #WorkFromHome dan pesan lainnya di social media. Sebuah gerakan yang tentu saja mengacu pada instruksi pemerintah agar semua orang Bekerja, Belajar, Ibadah, dari rumah. Segala bentuk keramaian secara ekstrim bisa dibilang dilarang, kondisi yang berlaku dimana saja, termasuk Kota Malang Mau tak mau, ada resiko lain jika harus memaksakan untuk keluar disaat seperti ini..

Pendeknya, Fajar Sandy berusaha mengirimkan pesan baik dalam hal menyikapi keadaan seperti sekarang ini. Ia berharap lagu ini menjadi bagian dari suasana “Rumah” pendengarnya. Berbagi sudut pandang kepada rekan-rekan dimanapun berada.

Proses penggarapan lagu “Kembali Ke Rumah” Fajar Sandy menggandeng Decky Anugrah, seorang keyboardist dari Band PeaterSally (Malang). Konsep lagu mereka kerjakan dengan eksekusi yang unik, yaitu rekaman jarak jauh, begitu pula dengan mixing-mastering, Fajar Sandy mempercayakan kepada Eka Catra dari Creatorikos Audio-Visual,

“Jadi ya begitu, lagu ini benar selesai atau beres ya merupakan hasil dari bentuk nyata dari tagar #WorkFromHome itu, Decky rekaman Sendiri, saya rekaman sendiri, dan mixing-masteringnya pun file audio ini harus terlempar jauh ke luar kota, karena kebetulan Eka Catra waktu itu sedang pulang kampung ke Sidoarjo,” tutup Fajar Sandy.

Untuk kemasan terakhir, Fajar Sandy menggandeng Nadira Ayu Safitri dan Ricki Hartanto dari segi Visual, mereka berdua merupakan mahasiswa design komunikasi visual pada sebuah universitas negeri di Kota Malang. Nadhira tertarik karena kebetulan ketika mendengar sample awal lagu ini jadi merasa begitu penting lagu ini disampaikan. “Seolah dapat peringatan mendengarkan lagu “Kembali Ke Rumah”. Awal lagu masih normal, menggambarkan keadaan, pada suatu bagian, pada bagian lirik “Kini Waktuku untuk sebuah nama, yang ku dan kau sebut sebagai Rumah”, semacam menemukan Hikmah dari keadaan ini semua,” ungkap Nadira.

“Kembali Ke Rumah”, dikemas secara animasi dan rilis perdana pada 2 April 2020 lalu melalui kanal Youtube pribadinya.

 

….

One thought on “Pandemi, Fajar Sandy dan “Kembali Ke Rumah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *