Cinta Kelabu Emir Raihan dalam “Abu”

Cinta Kelabu Emir Raihan dalam “Abu”

 

Artikel : Anggitane

 

[HujanMusik!], Bandung  – Petang menjerang dengan permainan warnanya, saat gundah mendebat memilin hitungan angka sejak kisah cinta anak manusia tak berujung catatan manis. Permainan warna yang menanggalkan romantisme sebagaimana biasanya. Memilih warna rumput pucat dibandingkan segarnya savana hijau. Tak ada diksi rayu merayu, semua ditumpuk menjadi pahatan pupus, kalau tak mau dibilang pasrah. Seperti kisah yang dicatatkan Emir Raihan melalui video musik single “Abu” yang rilis 20 Februari 2020 silam.

Bagi Emir yang pencapaian musiknya tumbuh diantara cekungan Bandung, Cinta terkadang menjadi sebuah hal yang tidak mudah diungkapkan lewat kata-kata. Jamak yang berlaku jika sudah begitu, biasanya, orang akan cenderung memendam perasaannya saja. Perasaan cinta yang terparkir begitu saja hingga rasa sakit hinggap mendalam, ketika melihat yang dicintainya bahagia dengan orang lain. Klise namun cenderung berulang-ulang, seiring tumbuh kembang manusia dewasa dengan segala kerumitannya.

Prosesi cinta semacam itulah yang berusaha digambarkan oleh Emir Raihan dalam single debutnya yang berjudul ‘Abu’.

Emir Raihan memulai kariernya pada tahun 2019 ini, merilis single ‘Abu’ pada tanggal 20 Februari 2020 yang lalu. Diciptakan dan diproduseri oleh Samuel Maynard, lagu ini sebenarnya dimaksudkan sebagai perasaan yang tiba-tiba muncul dalam masa pertemanan. Tapi, karena tidak ingin merusak pertemanan itu, akhirnya perasaan yang muncul harus dipendam dalam-dalam.

 

Simak di HujanMusik! : “Bias Sang Pelangi untuk Single Folk Pop Ketiga Prasiwan

 

Single berdurasi 5 menit 23 detik yang ditulis dan digarap produser musik Samuel Maynard itu dikemas secara pop akustik. Melibatkan permainan gitar Laurentius Patrick yang apik, seolah menjelaskan pilihan musik Emir demi mewadahi para penikmat musik Indonesia meluapkan perasaannya, terutama mereka yang mengalami hal yang seperti diceritakan Emir lewat lagu ini.

Direkam di Gigs Home Recording Studio oleh Samuel Maynard sendiri dengan Yosua Nathanael sebagai pengelola mastering lagu. Sementara untuk video klip digarap Gerald Nicklaus dengan pelibatan talent Hanifah Zeta.

Video Klip dari lagu ini juga beresonansi dengan pesan santer yang ingin disampaikan oleh Emir. Dengan penggambaran yang bias, sekaligus berharap para penontonnya dapat menafsirkan sendiri versi mereka terhadap Video Klip dari lagu ini.

Karya pertama dari Emir menjadi langkah awal dia meniti kariernya dalam dunia musik. Sesuatu yang semoga saja dapat memotivasinya untuk terus dan terus berkarya di masa depan.

….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *