Amalgama Menolak “Buta” Pada Single Kedua

Amalgama Menolak “Buta” Pada Single Kedua

 

Artikel : Johanes Jenito

 

[HujanMusik!], Jakarta  – Adalah world music, sebutan bagi genre yang punya elemen etnik tapi tak masuk dalam kategori musik populär maupun musik klasik. Sejak dekade 90-an, sebutlah SWAMI, Kantata Takwa maupun Sirkus Barock yang bergumul di genre ini dengan personal seperti Iwan Fals, Setiawan Djody, (Alm) Yockie Surtoprayogo dan Sawung Jabo. Di Jogjakarta (Alm) Djaduk Ferianto dan Butet Kertaredjasa membidani Kua-Etnika

Kini dari generasi milenial datanglah Amalgama. Berisikan lima pemuda Jakarta yang terbentuk sejak September 2015, kolektif ini kembali mempertegas eksistensinya dalam single kedua berjudul Buta pada 13 Maret 2020 lalu.

 

Simak di HujanMusik! : “Musik Instrumental Pembawa Pulang Kundika Sani

 

Lagunya diawali dengan ketukan ritmis perkusi. Setelah lima detik berlalu masuklah dentaman bass. Duet perkusi-bass ini bertahan hingga 20 detk, lalu masuklah ritem gitar sebelum Sang Vokalis membuka mulutnya. Surip (vokal dan akustik gitar), Ari Getoi (bass), Khozin (drums), Nino Bukir (perkusi dan sound effect) dan Johny Frequency (gitar) berteriak “Mereka sudah gila, mereka membabi buta!” dalam liriknya.

“Buta”, yang sepanjang 4 menit 13 detik, bercerita tentang adanya pembungkaman, pengendalian dan ketiadaan transparansi yang jamak ditemui dalam kehidupan sosio-politik kita. Pelakunya adalah “Mereka” yang didefinisikan Amalgama sebagai yang berucap demi kepentingan sebelah pihak dan memenuhi “perut” mereka.

Artwork single ini pun dibuat untuk mendukung arti lagunya. Bentuknya foto lima orang lelaki dengan editing pewarnaan hijau-kuning. Tiga orang berdiri sejajar. Dua diantaranya merentangkan tangan untuk menutupi kedua mata seseorang yang di tengah. Sebutlah yang ditengah sebagai korban. Ia dilating melihat. Sementara tepat diatas korban berdirilah sosok lain yang menelungkungkan jari-jemarinya pada batok kepala korban. Sang korban juga berpose meletakkan jemari telunjuk kanannya di atasa bulut, sebagai tanda diam tak boleh bicara.

Sebenarnya pesan untuk bersikap kritis telah Amalgama mulai sejak merilis singe pertama berjudul “Nomaden” pada 11 Oktober 2019 yang lalu. Di lagu ini mereka mengingatkan kita untuk megérti bahwa kehiduapn akan mengalami fase datang dan pergi.

Melalui “Nomaden”, Amalgama nampak ingin memberikan warna baru dalam industri musik yang sangat kental dengan suasana world music. Nama Amalgama sendiri berasal dari kata amalgamasi, artinya perkawinan antara dua entitas atau lebih dengan harapan lahirnya unsur-unsur baru

Kini “Nomaden” dan “Buta” telah tersedia pada semua platform streaming musik digital.

….

One thought on “Amalgama Menolak “Buta” Pada Single Kedua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *