Embun Pagi Albert untuk Sang Ayah

Embun Pagi Albert untuk Sang Ayah

 

Artikel : Anggitane

 

[HujanMusik!], Jakarta – Kenangan itu membungkus kuat. Memori masa-masa dulu seperti berhamburan tak terbendung. Ikatan kuat yang sedemikian terasa telah menggerakkannya untuk memintal kenangan itu menjadi sebuah lagu. Persis seperti yang dilakukan Albert Fakdawer dalam lagu barunya.

Dalam rangka mengenang 1 tahun kepulangan sang papa menghadap Sang Khalik, Albert Fakdawer merilis single terbarunya yang berjudul “Embun Pagi”. Sebuah lagu yang diciptakan dan dinyanyikan oleh almarhum sang ayah, Musa Fakdawer kala membesut album Trio Penabur yang dirilis pada tahun 1997 dengan produser musik Harry Anggoman & (alm.) Embong Rahardjo.

“Embun Pagi” sengaja dibawakan ulang oleh Albert sebagai simbol estafet untuk meneruskan perjalanan berkarya keluarga Fakdawer dalam industri musik Indonesia. Jejak yang tak hanya sedekar warisan semata, namun sebuah simbol ikatan kuat antara Musa Fakdawer dan penerusnya, Albert Fakdawer.

 

Simak di HujanMusik! : ““Angin dan Mentari”, Kolaborasi Pop Syaharani dan Ticco Laksana

 

Diproduseri oleh Barry Likumahuwa dan Dimas Pradipta, “Embun Pagi” disuguhkan dengan nuansa sejuk melalui optimalisasi instrumen musik yang minimalis, dan vokal Albert yang mendayu selayaknya embun yang membasahi dedaunan pagi hari. Sebuah komposisi yang memberi nilai lebih dari versi aslinya. Barry dan Dimas sepertinya cukup paham bagaimana “Embun Pagi” seharusnya dibawakan Albert.

“Embun Pagi” berkisah perihal keindahan alam semesta yang diberikan Sang Pencipta kepada kita selaku makshluknya. Sebuah lagu dengan pengharapan dan inspirasi bagi para pendengarnya untuk lebih merenungkan dan mensyukuri keindahan alam karya agung Sang Pencipta.

Secara khusus Albert Fakdawer berharap lagu ini juga bisa memotivasi pendengar untuk memberikan penghormatan dan rasa sayang kepada orang yang mereka sayangi. Khususnya orang tua mereka, bukan hanya saat orang tua mereka sudah tidak ada, justru terlebih lagi saat mereka masih hidup di dunia.

Momentum pandemi seperti sekarang ini bisa kita manfaatkan untuk lebih dekat dan memberi perhatian lebih. Karena kekuatan dan saling menguatkan itu sumbernya dari keluarga.

“Embun Pagi” yang proses mixing nya dilakukan Stanley Manuhutu itu bisa didengarkan secara digital pada platform digital YouTube.

Tetap hati hati dan jaga kondisi, Salam Musik Indonesia !.

….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *