Menyingkap “Kelambu” Tirant

Menyingkap “Kelambu” Tirant

 

Artikel : Anggitane

 

[HujanMusik!], Malang – Deru distorsi terdengar menyatu dengan serombongan suara dan gelombang instrument musik lainnya. Vokal Irham terdengar membuka serak, seperti gelombang darat terombang-ambing mencari pegangan. Sejurus kemudian lengkingan khas Cindy menyapih riuh, mengiringi musik berat membesut “Kelambu”.

“Kelambu” adalah single kedua milik unit rock Malang bernama Tirant setelah sukses mengenalkan “Gelam” sebagai jejak perdananya. Memasuki gerbang musik tanah air dari simpul wilayah Jawa bagian timur, Tirant mendesah dengan kekuatan rock yang dipicu lirik puitis.

Irham (vokal/gitar), Cindy (vokal), Zul (gitar), Parjo (bass), Satrio (gitar) dan Diki (drum) tampaknya hendak menggambarkan kegelisahan atas empati yang berlebih dari lingkungan terhadap pilihan hidup seseorang. Satu kondisi “Kelambu” dimana empati adalah emosi yang berbeda dengan rasa iba.

Single ini bertutur tentang individu yang sudah berdamai dengan keputusan hidupnya, namun masih diriuhkan oleh belas kasih yang semu dari orang-orang di sekitarnya. Satu kondisi yang tak diharapkan sebenarnya

“Hidup itu pilihan di mana setiap pilihan selalu memiliki konsekuensi. Manusia berhak atas konsekuensi yang diterima. Berempati tapi jangan berlebih, karena belum tentu standar tolak ukur kebahagiaan kita sama,” terang Zul sang gitaris, sebagaimana ditulisnya dalam rilis media kepada HujanMusik!.

Tirant muncul sebagai salah satu band baru pada skena musik Malang. Kemunculannya dibarengi usaha para personil untuk tetap konsisten membawakan nuansa rock dengan riff yang eargasm. Jejak single pertama “Gelam” dan kedua “Kelambu” memberi bukti sementara bahwa mereka tetap berada dijalannya. Meski begitu, dibandingkan dengan karya pertama ada sedikit pembeda dari struktur lagu ini. Tirant menambahkan repetisi lirik atau kerap disebut dengan Reff pada single terbaru mereka itu.

Pemilihan tajuk “Kelambu” menjadi hal unik dari lagu ini. Ada kontribusi umum dalam pemberian judul untuk rilisan teranyar Tirant ini. Tajuk tersebut disematkan oleh netizen, merespon postingat Instagram @tirantmusic yang meminta mereka menyimpulkan musiknya dalam satu kata. Setelah itu kata yang paling terhubung akan dipilih menjadi judul lagu ini. Maka terpilihlah “Kelambu” yang artinya tirai pembatas.

Peluncuran “Kelambu” turut disertai video lirik dengan visualisasi pesan seorang pria berpakaian tuxedo namun hanya mengenakan celana boxer saja. Sebuah bentuk penggambaran kondisi simpati berlebih yang dikarenakan tampilan luar saja.

“Kelambu” versi audio sudah bisa didengarkan pada berbagai layanan music streaming. Sedangkan video liriknya bisa disimak di akun Youtube Tirant sejak tanggal 3 Maret 2020 lalu.

….

One thought on “Menyingkap “Kelambu” Tirant

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *