Jalur “Kereta” Sheila Anandara

Jalur “Kereta” Sheila Anandara

 

Artikel : Anggitane

 

[HujanMusik!], Jakarta – Galau dalam takaran minimalis tengah menggelayut tipis. Memang tak mengganggu, tapi cukup merisak kesenangan menikmati sore yang pekat dengan sisa kepenatan siang. Sementara menu lagu kendaraan memutarkan koleksi cover-an yang entah dalam rangka menyalurkan bakat atau sekedar panjat ketenaran, yang jelas playlistnya berputar dari pemutar video streaming kebanyakan.

Katoda dalam benak saya lantas menghubungkan kutub dan sel yang terpolarisasi, pada sebuah nama, Sheila Anandara. Dara yang beberapa waktu silam video covernya singgah di gawai saya. Suaranya yang khas memaklumkan saya kenapa ia banyak penyuka. Bakat yang berpadu dengan kesenangan telah membawanya sebagai penyanyi cover yang tak asal-asalan. Saya memaklumi karena bakatnya. bakat yang turut membawanya tampil di Java Jazz Festival dan Jazz Goes to Campus.

Sheila Anandara adalah dara asal Jakarta, yang selalu bermimpi menjadi penyanyi profesional sejak kecil. Kiprahnya dengan mengekspresikan hobi-nya itu dengan membuat cover beberapa lagu di halaman Soundcloud dan Youtube nya. Sebuah awalan yang turut mengembangkan keterampilan vokal dan juga memperbanyak interaksi dengan pendengarnya.

Simak di HujanMusik! : “Rizky Febian dan Percintaan Pop RnB Dalam Single Terbarunya”

Kini Sheila telah untuk menulis lagu-lagunya sendiri yang berlatar belakang pengalaman pribadi. Juga pengalaman orang-orang terdekat. Tema yang ia pilih dan bagi kepada para pendengarnya.

Juni 2019 lalu Sheila merilis single pertamanya “Hari Tanpa Mentari” yang menjadi perkenalan, sekaligus membuka cakrawala sebagai penyanyi serta penulis lagu di industri musik Indonesia. Sambutan karyanya tak sia-sia, lagu “Hari Tanpa Mentari” telah mencapai lebih dari 70 ribu pendengar di platform music digital.

Berangkat dari kesuksesan single pertamanya itu, Sheila melanjutkan “Kereta” sebagai single kedua. Sebuah lagu yang bertemakan pada perjalanan setiap hubungan. Entah pikiran apa yang membuatnya menuliskan lagu itu. Dalam rilis yang dituliskannya untuk HujanMusik! ia mengaku bahwa inspirasi lagu tersebut datang ketika Ia naik kereta dan melihat interaksi antara pasangan tua yang duduk dua baris di depannya. Ide yang menggerakkan daya kreatifitas Sheila menulis lagu yang melambangkan bagaimana awal suatu hubungan penuh dengan suka cita dan kebahagiaan, yang diungkapkan secara metaforis oleh bait-baik didalamnya.

Secara keseluruhan “Kereta” memang me-referensi-kan kearah kereta dan perjalanan, tapi fokus utama adalah pada arti perjalanan hubungan itu sendiri. Lagu diakhiri dengan twist yang berakhir di bridge dan chorus terakhir dimana hubungannya telah berakhir.

Begitulah cara Sheila membawakan “Kereta” dengan gaya pop yang penuh nuansa akustik. Saya menyimak peran utama bagian string yang mengekspresikan perubahan mood dari cerita yang ia berikan pada lagu tersebut.

Single ini direkam di Bandung, untuk instrumen gitar elektrik, bass, keyboards, strings dilakukan di Borland Audiolabs oleh Canggar Krisnatry. Rekaman juga melibatkan produser musik Esa Prakasa (gitar dan bass) dan pemain keyboards Faishal M Fasya. Sementara vokal Sheila dan akustik gitar oleh Wahjoe Noerjadi direkam di Aru Studio, Bandung.

“Kereta” selain dirilis dalam bentuk audio juga tampil secara visual melalui video music di kanal YouTube Sheila Anandara.

Terus berkarya Sheila.

….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *